Publik sepak bola Indonesia saat ini tentu sedang larut dalam euforia dan rasa bangga. Bagaimana Egy Maulana Vikri menjadi putra Indonesia selanjutnya yang berkarier di Eropa. Asa dan harapan disematkan kepada pemuda asal Sumatera Utara ini. Betapa tidak, Egy akan bermain di level teratas kompetisi, bukan tim cadangan atau tim muda, sebab Egy akan bermain untuk tim utama tim asal Polandia, Lechia Gdansk.
Semua pastinya mengetahui bagaimana Egy mengikuti jejak para pemain lain yang sebelumnya sudah berkarier di luar negeri. Ia mengikuti jejak nama-nama pemain besar seperti Ricky Yacobi, Rochi Putiray, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Bambang Pamungkas, untuk berkarier secara internasional. Tentu menimbulkan penasaran, jauh sebelum Egy, jauh sebelum Kurniawan, jauh sebelum Rochi, siapakah pesepak bola Indonesia pertama yang berkarier luar negeri?
Sama seperti Egy, sosok ini berasal dari wilayah Sumater Utara. Ia lebih terkenal sebagai bagian ketika tim PSMS Medan di tahun 1950-an. Namanya kemudian diabadikan sebagai stadion di daerah Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Ia adalah Ramlan Yatim, pesepak bola Indonesia pertama yang berkarier di luar negeri.
Bersama saudara kandungnya, Ramli Yatim, Ramlan menjadi bagian penting PSMS Medan setelah era kemerdekaan. Ia merupakan tulang punggung tim selain Buyung Bahrum, Anwar Daulay, dan Jusuf Siregar. Kala itu Ramlan membuat tim Ayam Kinantan begitu disegani, meskipun Ramlan gagal membawa PSMS meraih gelar juara sejak kompetisi resmi di sepak bola Indonesia bergulir pada tahun 1951. Ramlan dan generasi PSMS kala itu bahkan mendapatkan julukan The Killers (Sang Pembunuh) karena kemampuan mereka menaklukkan lawan.
Ramlan juga merupakan bagian ketika timnas Indonesia berhadapan dengan tim asal Austria, G.A.K Graz, dalam lawatan mereka ke Indonesia pada tahun 1954. Indonesia yang saat itu ditangani oleh Antun ‘Toni’ Pogacnik berhadapan dengan Graz sebagai bagian dari misi diplomatik Indonesia masa itu, dan juga pelipur lara karena gagal meraih medali di ajang Asian Games 1954.
Pertandingan yang seharusnya menjadi pelipur lara tersebut berakhir tragis. 40.000 pasang mata yang hadir di Lapangan Ikada, Jakarta, mesti melihat skuat Garuda dihantam tamu asal Austria tersebut dengan skor 0-5. Ramlan yang saat itu tampil bersama saudara kandungnya, Ramli, dan beberapa bintang timnas lain seperti Aang Witarsa, Djamiaat Dhalhar, dan Tee San Liong, gagal membendung kekuatan dari G.A.K Graz yang kini sudah berganti nama menjadi Grazer AK.
Sayangnya masih belum banyak informasi terkait pemain yang lahir pada tahun 1922 ini. Bagaimana awal kariernya, bagaimana ia kemudian bisa mendarat di Semenanjung Malaya sebagai pemain Indonesia pertama yang menjejakkan kakinya di luar negeri, selain diceritakan bahwa ia pernah memperkuat Pahang dan tim Singapura di Piala Malaya (sekarang Piala Malaysia) pada tahun 1948 hingga 1949.
Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia