Cerita

FLC Thanh Hoa dan Ancaman Ryutaro Karube di Pulau Dewata

Bali United akan kembali memulai kiprahnya di penyisihan Grup G Piala AFC dengan menjamu klub Vietnam, FLC Thanh Hoa, Rabu (7/3) esok. Bertempat di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Serdadu Tridatu wajib meraup poin penuh di laga ini demi menjaga asa untuk lolos ke babak selanjutnya.

Akan tetapi, Bali United diperkirakan tidak akan melaju mulus di laga ini walau digelar di kandang, karena Thanh Hoa merupakan kekuatan baru di Liga Vietnam. Lalu, seberapa besar ancaman yang dibawa runner-up Liga Vietnam 2017 ini ke Pulau Dewata?

Berikut ini adalah analisisnya, hasil kerja sama kami dengan jurnalis Football Tribe Vietnam, Tran Tien.

Kekuatan

Thanh Hoa merupakan kesebelasan yang sangat kuat di lini depan. Bahkan saking ofensifnya, mereka akan langsung menekan lawan sejak menit pertama dan mengepungnya dengan serangan bergelombang. Dengan kata lain, klub yang dibentuk pada 2009 ini jago memenangkan second ball.

Dahsyatnya serangan Thanh Hoa juga didukung oleh materi pemain di lini serang mereka. Pape Omar Faye yang sekaligus menjadi kapten tim adalah pemain yang paling menonjol dalam hal ini, kemudian di bawahnya ada Le Van Thang sang pemilik nomor punggung 10.

Kalaupun keduanya buntu, masih ada Edward Ofere, mantan juru gedor Lecce dan Malmo yang baru didatangkan dari Rosengard awal musim ini. Di formasi 4-2-3-1, ia adalah penghuni tetap slot penyerang tunggal, dan sejauh ini performanya terhitung memuaskan.

Dua laga pertama di Piala AFC 2018 menjadi bukti dahsyatnya serangan Thanh Hoa. Global Cebu di partai pertama dibombardir habis-habisan dan akhirnya menyerah dengan skor 1-0, lalu di laga selanjutnya giliran Yangon United yang dikejutkan dengan gol cepat Thanh Hoa, yang saat itu berstatus tim tamu.

Kelemahan

Menurut Tran Tien, konsentrasi adalah titik terlemah dari Thanh Hoa. Dengan mayoritas usia pemain di atas 30 tahun, mereka sangat kesulitan menjaga fokus tetap stabil sepanjang pertandingan, terutama di 15 menit terakhir.

Contoh terkini dari lemahnya konsentrasi Thanh Hoa di menit-menit akhir adalah kekalahan 1-2 di kandang Yangon United pekan lalu. Thanh Hoa yang unggul cepat di menit ke-5, akhirnya harus pulang dengan tangan hampa setelah Yangon United mencetak gol di menit ke-67 lewat Kosuke Yamazaki dan menit ke-87 melalui Aee Soe.

Jika kelemahan ini dapat dieksploitasi oleh Bali United, kesempatan untuk meraih tiga poin dan naik ke peringkat kedua akan semakin membesar. Terlebih, Bali United dikenal kerap menciptakan peluang gol di 15 menit terakhir. Contoh terbaru adalah gol Ilija Spasojevic lawan Global Cebu, dan penalti yang didapat setelahnya.

Pemain kunci

Tran Tien menyebut ada tiga pemain Thanh Hoa yang harus diberi perhatian khusus oleh Bali United, yaitu Bui Tien Dung sang kiper, Ryutaro Karube eks gelandang Perseru Serui, dan Pape Omar Faye yang sudah mencetak dua gol di Piala AFC musim ini.

Bui Tien Dung adalah kiper muda yang masih berusia 21 tahun. Meski demikian, kemampuannya tak boleh dipandang remeh. Ia merupakan kiper utama di Timnas U-23 Vietnam yang melaju hingga babak final Piala Asia U-23, tapi gagal jadi juara karena ditaklukkan Uzbekistan 1-2 di babak perpanjangan waktu.

Kemudian Pape Omar Faye seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ia merupakan salah satu elemen penting di lini serang Thanh Hoa. Gelandang serang ini bahkan menjadi salah satu ikon di Thanh Hoa, karena ia sudah mengabdi sejak 2011 di klub itu dan telah mencetak lebih dari 50 gol.

Sementara itu untuk Ryutaro Karube, figurnya tentu tak asing lagi bagi pencinta sepak bola nasional. Ia merupakan salah satu sosok penting dibalik keberhasilan Perseru Serui bertahan di Liga 1. Keunggulannya terletak pada eksekusi bola mati, seperti yang pernah dilakukannya di laga pamungkas kontra Persib Bandung musim lalu.

Menarik untuk dinanti bagaimana kiprahnya saat kembali ke Indonesia. Apakah ia akan merasakan nikmatnya kemenangan seperti Kosuke Yamazaki (eks Persela Lamongan) di pertandingan pertama, atau melihat timnya hancur lebur seperti yang dialami Khairul Amri (eks Persiba Balikpapan) di Gelora Bung Karno.

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.