Cerita

Deretan Laga yang Ditunda karena Cuaca Ekstrem

Kemarin malam (25/2), Juventus seharusnya menjamu Atalanta di lanjutan laga pekan ke-26 Serie A Italia. Namun, karena adanya hujan salju yang deras di Turin, lapangan tidak dapat digunakan, dan pertandingan terpaksa batal dan harus ditunda hingga waktu yang akan ditentukan.

Meskipun begitu, laga antara Juventus dan Atalanta bukan menjadi pertandingan pertama yang dihentikan karena cuaca. Sebaliknya, begitu banyak pertandingan yang sudah dijadwalkan, harus rela tertunda karena cuaca ekstrem yang bervariasi bentuknya.

Berikut ini adalah sebagian contohnya:

Napoli vs Juventus (2011)

Juventus sepertinya memiliki hubungan yang tak baik dengan cuaca. Di bulan November 2011, mereka dijadwalkan akan bertandang ke San Paolo, kandang dari rival terberat mereka di Italia, Napoli. Namun, derbi tersebut terpaksa ditunda karena banjir yang tiba-tiba melanda kota Naples. Di bulan tersebut, hujan deras memang melanda Italia, terutama bagian selatan tempat kota Naples berada. Namun, tanpa diduga, hujan tersebut menyebabkan banjir tak hanya di kota, namun juga di stadion.

Sydney FC vs Perth Glory (2011)

Di bulan Desember 2011 lalu, penerbangan di Australia terganggu akibat adanya petir besar dalam frekuensi yang berdekatan. Beberapa pesawat tak bisa tinggal landas akibat petir, salah satunya adalah pesawat yang membawa skuat Perth Glory ke Sydney. Akibatnya, pertandingan A-League antara Sydney FC dan Perth Glory harus ditunda. Meskipun begitu, nasib keduanya jauh lebih baik ketimbang yang menimpa Bena Tshadi, klub asal Republik Kongo, di tahun 1998. Hampir semua pemain mereka yang ada di lapangan tewas akibat petir yang tiba-tiba menyambar.

Ukraina vs Prancis (2012)

Bermain sepak bola di bawah guyuran hujan memang mengasyikkan, namun, apabila hujan yang terun begitu deras dan disertai dengan petir yang besar, tentu bijak apabila pertandingan dihentikan dan ditunda. Hal itulah yang dilakukan oleh Bjorn Kuipers, wasit asal Belanda yang memimpin laga antara Ukraina dan Prancis di Piala Eropa 2012. Stadion Donbass Arena, yang kala itu digunakan untuk menghelat pertandingan, dilanda hujan lebat dan petir besar, hingga setelah lima menit laga berjalan, Kuipers memutuskan untuk menundanya. Beruntung, keadaan membaik dan satu jam kemudian pertandingan dilanjutkan.

Marseille vs Lyon (2012)

Di bulan Oktober 2012 lalu, pertandingan akbar di Ligue 1 Prancis antara Olympique Marseille dan Olympique Lyonnais terpaksa ditunda akibat angin yang begitu kencang. Angin di kota Marseille kala itu begitu kencang bertiup, sehingga akan mengganggu laju bola. Namun jangankan bola, angin tersebut bahkan mampu menggoyahkan kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan Marseille kala itu. Angin juga pernah menyebabkan pertandingan antara SL Benfica dan Sporting Lisbon di tahun 2014 lalu tertunda. Akibat dari angin tersebut adalah rusaknya atap Estadio da Luz, kandang Benfica.

Brighton vs Cardiff (2016)

Jarak pandang menjadi hal yang krusial ketika bermain sepak bola, dan apabila jarak pandang terganggu, maka memutuskan untuk menunda pertandingan adalah hal yang masuk akal. Hal inilah yang terjadi ketika kabut tebal menerpa kota Brighton di bulan Desember 2016 lalu. Akibat dari kabut tersebut, pertandingan antara Brighton & Hove Albion melawan Cardiff City di lanjutan laga Divisi Championship Liga Inggris harus ditunda.

Perth Glory vs Melbourne Heat (2014)

Senada dengan Juventus, Perth Glory kembali menjadi korban cuaca. Di tahun 2014, pertandingan mereka melawan Melbourne Heat di A-League harus ditunda akibat cuaca panas yang ekstrem. Saat itu, suhu di lapangan melebihi 40 derajat Celsius. Pihak berwenang pun memutuskan untuk menunda pertandingan selama tiga jam. Setelah pertandingan dilangsungkan, suhu pun sebenarnya masih berada di angka 39,8 derajat Celsius. Akibatnya, water break pun diadakan sebanyak tiga kali selama 90 menit pertandingan.

Author: Ganesha Arif Lesmana (@ganesharif)
Penggemar sepak bola dan basket