Cerita

Best XI Semifinal Piala Presiden 2018

Sepasang laga semifinal ajang pra-musim Piala Presiden 2018 antara PSMS Medan versus Persija Jakarta dan Sriwijaya FC melawan Bali United yang masing-masing diselenggarakan dalam dua leg, berakhir semalam (14/2). Kubu Persija dan Bali United menjadi duo finalis yang akan berjumpa pada hari Sabtu (17/2) mendatang di Stadion Gelora Bung Karno.

Dari empat pertandingan yang sudah digelar kemarin, ada sejumlah nama yang pantas dimasukkan ke dalam sebelas pemain terbaik babak semifinal. Alasannya sederhana saja, performa yang mereka tunjukkan di atas lapangan betul-betul luar biasa dan memikat perhatian kendati tak melulu sukses meloloskan timnya ke partai puncak.

Berikut adalah daftar sebelas pemain terbaik babak semifinal Piala Presiden 2018 versi Football Tribe Indonesia:

Kiper

Wawan Hendrawan

Tidak kebobolan menjadi catatan hebat kiper berjuluk Spiderwan ini selama babak semifinal. Kehadiran Wawan di bawah mistar membuat para pemain belakang Bali United merasa lebih tenang. Aksi-aksi dan penyelamatan yang dibuat oleh Wawan berperan krusial atas pencapaian Serdadu Tridatu yang kini siap berlaga di final.

Bek tengah

Jaimerson Xavier

Kepergian Willian Pacheco yang musim lalu jadi andalan Persija di lini belakang tampaknya sudah digantikan dengan sempurna oleh Jaimerson. Bek asal Brasil ini menjadi momok bagi barisan penyerang PSMS. Selain kuat dalam bertahan, sosok berumur 31 tahun ini juga kerap menjadi pemecah kebuntuan lewat gol-golnya memaksimalkan sepakan bola mati.

Bek tengah

Hamka Hamzah

Mematikan penyerang sekaliber Stefano Lilipaly dan Ilija Spasojevic bukanlah hal enteng. Tapi Hamka yang juga kapten anyar Sriwijaya FC sanggup melakukannya dengan brilian kendati harus jatuh bangun. Selama babak semifinal, kedua nama tersebut berhasil dimatikan oleh Hamka sehingga tak mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Bek tengah

Demerson Bruno

Seperti Hamka di kubu Sriwijaya FC, pihak Bali United mengandalkan Demerson buat menjaga pergerakan Beto Goncalves. Keputusan untuk memercayai Demerson memang tidak salah sebab Beto benar-benar tak berkutik di sepasang laga. Terasa makin manis, Demerson juga menjadi aktor utama yang membawa Serdadu Tridatu ke final usai mencetak gol semata wayang di leg kedua babak semifinal.

Wingback kanan

Ismed Sofyan

Umurnya sudah tak muda lagi, tapi penampilan Ismed di sepanjang babak semifinal sungguh memukau. Dirinya kokoh dalam menggalang lini belakang sekaligus andal ketika diminta naik membantu serangan. Satu asisnya yang dimanfaatkan secara sempurna oleh Marko Simic pasti sulit dilupakan begitu saja.

Gelandang tengah

Riko Simanjuntak

Agresif, cepat dan lincah. Berbekal tiga atribut itu, Riko sukses mengacak-acak jantung pertahanan PSMS dari lini kedua. Presensinya di ruang permainan Macan Kemayoran punya andil luar biasa atas banyaknya kans yang sukses mereka ciptakan guna mendulang gol. Legimin Raharjo dan kolega benar-benar dibuat kelabakan olehnya.

Gelandang tengah

Makan Konate

Menjadi otak permainan bukanlah tugas sepele. Namun Konate yang kini dikelilingi pemain-pemain berkelas di Sriwijaya FC mampu melakukannya dengan baik. Secara konsisten, ia menjadi konduktor di lini tengah Laskar Wong Kito dalam mengkreasikan peluang. Tanpanya, permainan Sriwijaya FC tentu bisa kehilangan coraknya.

Gelandang tengah

Fadil Sausu

Spartan alias tak kenal lelah menjadi profil nyata Fadil selama babak semifinal. Keberadaannya di sektor tengah Bali United menghadirkan tenaga besar dan daya tahan. Berkat penampilan apiknya pula, Serdadu Tridatu berhasil meredam kekuatan Sriwijaya FC yang memiliki gelandang-gelandang jempolan.

Wingback kiri

Alfin Tuasalamony

Sisi kiri bukanlah posisi natural Alfin saat berlaga. Namun Rahmad Darmawan terus memainkannya di area tersebut. Hebatnya, Alfin sanggup memberikan jawaban brilian atas kepercayaan tersebut. Pemain-pemain Bali United yang beroperasi di sektor kanan begitu kesulitan menembus sisi kiri pertahanan Sriwijaya FC. Pada fase menyerang, Alfin cukup agresif untuk melakukan overlap.

Penyerang

Marko Simic

Trigol di partai pertama dan satu gol di laga kedua menjadi bukti kehebatan Simic pada babak semifinal. Gol-gol itu sendiri menjadi krusial untuk perjalanan Persija sehingga menjejak partai final. Gagal menjaga Simic yang klinis dan licin membuat PSMS menerima hukuman setimpal. Pemain berpaspor Kroasia ini pun menggenggam predikat top skor sementara Piala Presiden 2018.

Penyerang

N’Guessan Yessoh

Kendati Ayam Kinantan harus mengemas kopernya lebih cepat, tapi performa yang diperlihatkan Yessoh terbilang cukup memuaskan selama babak semifinal. Memanfaatkan tenaga besar, kecepatan, dan akurasi tembakan yang prima, ia konstan menebar ancaman ke gawang Persija. Satu-satunya gol PSMS ke gawang Macan Kemayoran di semifinal juga lahir dari Yessoh.

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional