Cerita

Sebelas Mantan yang Bisa Membuat Borussia Dortmund Mendongkel Dominasi Bayern München

Sudah cukup lama kompetisi Bundesliga disebut-sebut sebagai taman bermain paling hakiki milik Bayern München. Hal tersebut lahir akibat sulitnya kesebelasan-kesebelasan lain di Jerman untuk mendongkel kedigdayaan Die Bayern.

Dalam kurun dua dekade terakhir, hanya lima klub saja yang berhasil mencuri gelar dari tangan Bayern. Salah satu di antaranya adalah Borussia Dortmund. Tercatat, Die Schwarzgelben menggondol tiga gelar Bundesliga yang masing-masing didapat pada musim 2001/2002, 2010/2011, dan 2011/2012.

Namun semenjak meraih titel Bundesliga pamungkasnya, Dortmund justru mengalami penurunan karena makin sulit bersaing dengan Bayern. Lebih sialnya lagi, banyak dari penggawa andalan mereka yang dicaplok oleh sang rival bebuyutan atau pindah ke kesebelasan mapan lainnya.

Berikut ini adalah sekumpulan mantan yang masih aktif bermain dan andai saja masih mengenakan kostum Borussia Dortmund, bakal membuat mereka tetap superior sehingga peluang meraih gelar juara, baik di kancah domestik ataupun regional, tetap besar.

Kiper

Mitch Langerak

Kiper yang satu ini membela Dortmund pada 2010 hingga 2015. Walau bukan pilihan utama, kemampuannya tetap patut diperhitungkan karena ia juga salah satu penjaga gawang tim nasional Australia. Setelah mengenakan seragam kuning-hitam khas Dortmund, Langerak hijrah ke Stuttgart dan Levante sebelum akhirnya pergi ke timur jauh untuk memperkuat Nagoya Grampus Eight.

Bek kanan

Kevin Großkreutz

Tampil di lebih dari 200 pertandingan sepanjang 2009 sampai 2015 adalah rapor Großkreutz selama memperkuat Dortmund. Tak ayal, dirinya pun menjadi salah satu pemain yang begitu dipuja oleh para suporter Die Schwarzgelben. Usai mengabdikan diri di Stadion Signal Iduna Park, ia berpetualang ke Tukri dan membela Galatasaray sebelum akhirnya mudik ke Jerman untuk bergabung dengan Stuttgart dan kini berseragam Darmstadt.

Bek tengah

Mats Hummels

Jebolan akademi Bayern München ini malah meroket namanya saat dikontrak oleh Dortmund. Berwajah mirip aktor kenamaan, Orlando Bloom, Hummels bertahan di Dortmund selama sembilan musim (musim pertama berstatus pinjaman) dan menjadi pilihan utama di lini belakang. Namun per musim 2016/2017 lalu, ia memilih untuk ‘pulang’ ke Bayern.

Bek tengah

Marc Bartra

Tak mendapat banyak kesempatan semasa membela Barcelona membuat Bartra mengiyakan ajakan pindah ke Dortmund medio 2016 lalu. Kendati hanya berseragam Die Schwarzgelben selama dua musim, tapi ia cukup disukai oleh suporter. Per bulan Januari 2018 kemarin, Bartra sepakat untuk pergi dari Stadion Signal Iduna Park guna mudik ke Spanyol dan menerima pinangan Real Betis.

Bek kiri

Sven Bender

Saudara kembar dari Lars Bender ini menjadi salah satu penggawa Dortmund pada tahun 2009 sampai 2017 kemarin. Sebelumnya, ia dikontrak oleh TSV 1860 München. Merumput sebanyak 224 laga menjadi bukti esensi Bender di Stadion Signal Iduna Park. Namun per musim 2017/2018 ini, Bender memilih hengkang untuk bermain bersama dengan kembarannya di Bayer Leverkusen.

Gelandang tengah

Henrikh Mkhitaryan

Pria asal Armenia ini baru saja bergabung dengan Arsenal usai menanggalkan kostum Manchester United. Namun sebelum mengadu nasib di Inggris, Mkhitaryan lebih dahulu memperkuat Dortmund medio 2013-2016 silam. Sayang, trofi Piala Super Jerman 2014 menjadi satu-satunya prestasi yang ia dapatkan bersama Die Schwarzgelben.

Gelandang tengah

Ilkay Gündogan

Genius, mungkin itu kata yang paling tepat untuk menggambarkan sosok Gündogan. Sebelum diakuisisi oleh Manchester City dengan mahar senilai 20 juta paun musim panas 2016 silam, salah satu pilar tim nasional Jerman yang punya darah Turki ini naik daun bersama Dortmund. Lima musim mengenakan kostum kuning-hitam, ia berhasil menggenggam tiga gelar.

Gelandang tengah

Ivan Perisic

Cepat dan lincah menjadi gambaran paling pas untuk figur berpaspor Kroasia ini. Namanya mulai mengangkasa saat ditebus Dortmund dari Club Brugge usai mengantar Die Schwarzgelben meraih gelar domestik ganda (Bundesliga dan Piala Jerman) di musim 2011/2012. Usai bermain di Stadion Signal Iduna Park selama dua musim, Perisic hijrah ke Wolfsburg hingga sekarang berbaju Internazionale Milano.

Penyerang kanan

Ousmane Dembele

105 juta euro dan tambahan lain sebesar 40 juta euro menjadi biaya yang mesti digelontorkan Barcelona saat merekrut Dembele dari Dortmund pada musim panas 2017 yang lalu. Selama berkostum Die Schwarzgelben kendati cuma semusim, kemampuan Dembele semakin terkatrol ke permukaan. Masih berusia muda, pemain berkebangsaan Prancis ini diangga sebagai salah satu pesepak bola masa depan dengan prospek paling cerah.

Penyerang tengah

Robert Lewandowski

Klinis dan tajam adalah representasi nyata dari sosok Lewandowski. Kala berseragam Dortmund dalam kurun 2010 sampai 2014, ia berhasil membukukan 103 gol dari 187 partai. Sial bagi Dortmund, sebab mereka harus kehilangan penyerang sehebat Lewandowski yang mendarat ke Bayern München secara cuma-cuma dan sukses memanen titel di sana.

Penyerang kiri

Pierre-Emerick Aubameyang

Aubameyang datang ke Stadion Signal Iduna Park pada musim terakhir Lewandowski di Dortmund. Usai nama kedua pindah, sosok yang akrab disapa Auba ini menjadi striker andalan Die Schwarzgelben. Kepercayaan itu tak disia-siakannya karena sanggup mengemas 141 gol dari 213 pertandingan. Namun per Januari 2018 kemarin, lelaki asal Gabon ini memutuskan bergabung dengan Arsenal.

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional