Cerita

Valencia dan 11 Mantan Terindah Mereka

Beberapa orang mengatakan kalau mantan kekasih itu ibarat sampah, tapi tak sedikit juga yang bilang bahwa ada mantan-mantan terbaik yang selalu melekat di ingatan mereka. Beragam kenangan manis terukir indah dalam memori, yang selalu membuat hari menjadi lebih cerah di kala teringat kembali. Tak terkecuali bagi Valencia.

Klub ini dulunya sempat merajai La Liga dan Eropa pada 1960 sampai 1970-an dan berlanjut di awal tahun 2000-an. Setelahnya, pamor Valencia perlahan meredup, tapi tak menghentikan mereka untuk memproduksi pemain-pemain berkualitas. Terbukti dengan laris manisnya para pemain tersebut di bursa transfer, dengan harga jual yang tinggi.

Berikut ini adalah 11 mantan pemain Valencia yang saat ini masih aktif bermain, dan bisa membuat para publik Estadio Mestalla sulit move-on jika teringat lagi aksi-aksi memukau mereka semasa berseragam Los Che:

Kiper: Vicente Guaita

Mantan pemain Valencia yang satu ini adalah produk akademi klub tersebut. Setelah meraih penghargaan kiper terbaik Segunda División ketika dipinjamkan ke Recreativo de Huelva, ia dipanggil ke tim senior Valencia pada tahun 2009. Selama lima musim merumput di Valencia, Guaita mencatatkan lebih dari 70 penampilan, Ia kemudian hengkang ke Getafe pada 2014 dan masih bertahan di sana sampai sekarang.

Bek sayap: Juan Bernat

Masih dari akademi Valencia, Bernat promosi ke tim utama pada 2011 dan langsung menjadi pusat perhatian berkat kegesitannya sebagai pemain sayap kiri. Di tahun 2013, barulah ia konsisten bermain sebagai bek kiri, yang terus dilakoninya hingga diboyong Bayern München pada musim 2014/2015 lalu. Masih berusia 24 tahun, waktu Bernat masih panjang untuk mengikuti kesuksesan seniornya, Jordi Alba.

Bek tengah: Shkodran Mustafi

Dibeli dari Sampdoria dengan harga tak sampai 9 juta euro pada 2014/2015 usai menjuarai Piala Dunia, dan dijual ke Arsenal seharga 37 juta paun dua musim berselang. Mantan pemain Valencia ini adalah salah satu bek yang membawa keuntungan finansial terbesar bagi Valencia. Bersama The Gunners, Mustafi sempat mencatatkan rekor 18 penampilan tak terkalahkan, mengalahkan rekor Bacary Sagna yang sebanyak 17 laga.

Bek tengah: Nicolás Otamendi

Selain Mustafi, Otamendi juga menjadi mantan pemain Valencia yang memberi keuntungan finansial terbesar ketika dijual. Datang dengan banderol 12 juta euro dari FC Porto bersamaan dengan datangnya Mustafi, Otamendi kemudian lebih dulu menyeberang ke Liga Primer Inggris setelah menyetujui kepindahan ke Manchester City dengan nilai transfer 40 juta paun.

Bek sayap: Jordi Alba

Sejauh ini dialah mantan pemain Valencia yang masih aktif bermain, dan paling bergelimang gelar. Promosi ke tim senior Valencia pada 2009, Alba hanya butuh tiga musim untuk membuat Barcelona jatuh hati, dan memboyongnya ke Camp Nou. Bersama Blaugrana, Alba telah memenangi La Liga, Liga Champions, Copa del Rey, Piala Dunia Antarklub, dan Piala Super Spanyol.

Gelandang kanan: Isco Alarcón

Sebelum meraih kesuksesan di Real Madrid dan meroket bersama Málaga, Isco lebih dulu menimba ilmu di akademi Valencia. Ia memang baru 4 kali berlaga di tim senior El Che, tapi segudang prestasi yang telah diraihnya saat ini menjadikannya layak dilabeli sebagai salah satu mantan pemain Valencia tersukses. Tiga trofi Liga Champions telah ia menangi, diikuti masing-masing satu titel La Liga dan Copa del Rey.

Gelandang tengah: Éver Banega

Secara finansial sebenarnya Banega justru membawa kerugian bagi Valencia karena dijual hanya 2,5 juta euro ke Sevilla, turun jauh dari harga belinya yang mencapai 18 juta euro saat direkrut dari Boca Juniors. Namun, selama di Valencia ia mengukir beberapa kenangan manis, di antaranya Copa del Rey 2007/2008, dan membantu Valencia finis di peringkat ketiga La Liga musim 2010/2011.

Gelandang tengah: David Silva

Enam tahun David Silva di tim senior Valencia adalah masa-masa penuh kebahagiaan. Menjuarai Copa del Rey 2007/2008, dan membentuk kombinasi mematikan bersama David Villa di lini depan. Tak heran jika kepergiannya ke Manchester City pada musim 2010/2011 membuat para suporter Valencia sangat terpukul, meski klub mendapat suntikan dana yang lumayan besar, tak kurang dari 26 juta paun.

Penyerang: Juan Mata

Jika bukan karena Valencia, belum tentu karier Mata bisa sesukses sekarang. Valencia merupakan penyelamat, yang membawa Mata keluar dari Real Madrid Castilla yang terdegradasi ke divisi tiga pada musim 2006/2007. Di Valencia, Mata adalah pemain kunci selama 4 musim, yang membuat harga jualnya melambung tinggi saat ditebus Chelsea dengan mahar 24 juta paun pada musim 2011/2012.

Penyerang: Roberto Soldado

Mantan pemain Valencia ini dulunya adalah penyerang yang sangat tajam di La Liga. Tak kurang dari 60 gol ia cetak, hanya dari 100 pertandingan. Sayangnya, ketika Tottenham Hotspur memboyongnya ke Liga Primer Inggris pada musim 2013/2014, performanya menurun drastis. Hanya 7 gol yang dicetaknya dari 52 laga, membuatnya kini terlempar ke klub raksasa Turki, Fenerbahçe.

Penyerang: David Villa

El Guaje julukannya, mengukuhkan diri sebagai penyerang tajam berbalut seragam Valencia selama tahun 2005-2010, dengan koleksi 108 gol hanya dari 166 pertandingan. Namun sama seperti David Silva yang menjadi tandem sehatinya, ia juga harus berpisah dengan Valencia pada musim 2010/2011 untuk melanjutkan karier di Barcelona, sebelum menjadi pemain terbaik MLS musim 2016 bersama New York City FC.

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.