Tribes, masih ingatkah kalian dengan Tony Chapron? Ia adalah wasit asal Prancis yang secara kontroversial memberikan hukuman kartu kuning kedua sekaligus mengusir pemain Nantes, Diego Carlos, karena ‘tekel’ yang dilakukan bek asal Brasil tersebut kepadanya.
Meski Chapron sudah meminta maaf atas keputusannya yang emosional itu dan sanksi larangan bermain untuk Diego sudah dicabut, pembahasan masalah tersebut masih berlanjut. Pada hari Kamis, 1 Februari lalu, Ligue de Football Professionnel (LFP), badan yang menaungi liga profesional Prancis (setara PT. LIB di Indonesia) akhirnya menjatuhkan hukuman tegas bagi wasit berkepala plontos ini. Ia harus menerima kenyataan dibebastugaskan selama 3 bulan dengan potensi tambahan hukuman sebanyak 3 bulan.
Hukuman ini disebabkan karena dalam pertandingan Ligue 1 antara Nantes melawan Paris Saint-Germain yang berlangsung pada 14 Januari 2018 tersebut, Chapron secara emosional langsung melancarkan tendangan pada Diego tak lama setelah ia terjatuh karena ditabrak secara tak sengaja oleh pemain berusia 24 tahun tersebut.
Memang, jika kita melihat video tayangan ulang secara seksama, tabrakan tersebut terjadi karena jalur lari Diego yang sedang mengejar Kylian Mbappe dan jalur lari Chapron saling bertemu.
“Setelah mendengar kesaksian Tuan Tony Chapron dan membaca laporan instruktur pertandingan, pihak komisi disiplin memutuskan untuk membebastugaskan (Chapron) selama 6 bulan, tiga bulan di antaranya ditangguhkan lebih dulu,” rilis LFP dalam situs resminya, dilansir dari Skysports.
Sebagai wasit senior berlisensi FIFA dan telah memimpin lebih dari 400 pertandingan sepanjang kariernya, tindakan yang dilakukan Chapron memang disayangkan, meskipun kondisi di lapangan pada saat itu memang sedang intens. Meski demikian, pria berusia 45 tahun ini patut diberi pujian karena ia sendiri yang meminta hukuman untuk Diego dicabut. Ia juga langsung meminta maaf sehari setelah peristiwa tersebut dengan menyebut aksinya ceroboh dan tidak pantas.
Hukuman yang diberikan padanya ini setidaknya membuat kubu Nantes merasa puas. Terlebih bagi Waldemar Kita, sang presiden klub, yang terang-terangan meminta Chapron dihukum 6 bulan saat mengomentari kejadian tersebut. Setidaknya keinginannya berhasil dikabulkan, meski tidak benar-benar 6 bulan. Sementara bagi Chapron yang akan pensiun dari tugasnya di akhir musim nanti, setidaknya masih ada peluang baginya untuk kembali memimpin pertandingan di pekan-pekan terakhir Ligue 1 musim ini.
Author : Adhi Indra Prasetya (@aindraprasetya)
Penggemar Juventus yang merasa dirinya adalah Filippo Inzaghi saat bermain bola