Nasional Bola

Menyoal Dana Subsidi PT. LIB yang Tertunda Pembayarannya

Kompetisi Go-Jek Traveloka Ligaa 1 yang baru selesai sebulan lalu ternyata menyisakan masalah. Baru-baru ini, sejumlah klub Liga 1 mempertanyakan dana subsidi PT. Liga Indonesia Baru (LIB) yang belum terbayarkan.

Tidak hanya dana subsidi saja yang masih mandek pembayarannya. Menurut pemberitaan sejumlah media, hampir sebagian besar klub mengklaim hak dari siaran televisi pun belum dibayarkan.

Seperti yang diberitakan, PT. LIB menjanjikan memberikan dana subsidi sebesar 7,5 miliar rupiah untuk setiap peserta kompetisi. Jumlah ini dibayarkan bertahap hingga kompetisi berakhir. Dan Liga 1 sendiri sukses mendapatkan sponsor berlimpah jelang dimulainya liga kala itu. Dua start up papan atas, Go-Jek dan Traveloka, menjadi sponsor kompetisi strata atas ini.

Tetapi, lepas dari dana sponsor yang berlimpah, ternyata masih terjadi juga penunggakan pembayaran subsidi dan hak siar televisi. Bahkan dikabarkan hampir seluruh klub peserta Liga 1 belum menerima haknya.

Pihak PSSI sebagai organisasi sepak bola tertinggi mendesak operator kompetisi untuk segera melunasi pembayaran tersebut. Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, di kantor Makostrad hari Rabu (6/12) lalu sebagaimana dilansir goal.com, mendesak agar PT. LIB segera menunaikan kewajibannya kepada para klub begitu dana sudah ada, karena menurut Pak Edy, utang itu dibawa mati.

Ironisnya, saat ada pertemuan PT. LIB dan para klub Liga 1 pada Oktober lalu, operator kompetisi tersebut mengklaim tidak pernah telat mencairkan dana subsidi. Nah, mengapa saat ini terjadi penunggakan?

Aliran dana tersendat

Dihubungi Football Tribe Indonesia, Direktur PT. LIB, Risha Adi Wijaya, mengakui ada keterlambatan pembayaran. Ini disebabkan ada beberapa pos pemasukan yang dananya belum masuk, sehingga pencairan dana subsidi meleset dari yang ditargetkan.

“Ada beberapa pos pemasukan yang aliran dananya masih tersendat. Namun, kami tidak bisa menjelaskan lebih rinci mengenai pos mana saja,” tuturnya. Pembayaran yang masih tertunggak ini adalah pembayaran tahap kedelapan dan tahap akhir. Dan PT. LIB menyatakan tidak akan lari dari tanggung jawab terkait hal ini.

Mengenai apakah PT. LIB juga akan menyelesaikan masalah klub jika ada salah satu peserta yang masing menunggak pembayaran gaji pemain, Risha mengatakan tidak ada klub-klub yang bermasalah dengan gaji pemain.

“Syarat diberikan subsidi itu kan adanya laporan pihak klub bahwa mereka sudah membayarkan gaji para pemain dan pelatih. Sejauh ini, laporan yang kita terima semua tidak ada klub yang menunggak pembayaran gaji,” ujar Risha.

Sebelumnya, COO PT. LIB, Tigor Shalom Boboy, sebagaimana yang dilaporkan sejumlah pemberitaan, menjanjikan bahwa subsidi tersebut akan segera dibayarkan dan berharap semua urusan bisa selesai Desember 2017 ini.

Penundaan pembayaran ini pun tidak tiba-tiba. Sebagaimana yang diberitakan sepakbola.com, Tigor menuturkan klub-klub sejatinya sudah diberi tahu sejak Agustus bahwa akan ada kemungkinan pencairan dana mundur.

Berapa dana yang masih tertunggak? Masih tersisa 625 juta rupiah dikali tiga, lalu ditambahkan 1,5 miliar rupiah untuk distribusi terakhir.

Tanggapan pihak klub

Para klub peserta Liga 1 jelas mengeluhkan hal ini. Sumber dari pihak Sriwijaya FC yang tak ingin disebut namanya, mengatakan bahwa belum ada kelanjutan mengenai kapan pembayaran subsidi ini. Dan belum ada komunikasi lebih lanjut dengan pihak terkait mengenai masalah ini.

“Kami memang belum menerima dana subsidi secara penuh,dan hampir seluruh klub juga belum,” ujarnya.

Pihak Persija juga menyatakan kegeramannya. Direktur Utama Persija, Gede Widiade, mengeluhkan PT. LIB yang cenderung lamban merespon keluhan para klub ini. Pria berkacamata ini mendesak agar dana segera dibayarkan karena pemain juga butuh uang. Lagipula dana diperlukan untuk persiapan kompetisi tahun depan.

Tahun akan segera berganti dan waktu berjalan begitu cepat. Diharapkan klub-klub akan segera menerima pembayaran sisa dana subsidi karena klub, pemain, pelatih dan orang-orang di dalamnya butuh hidup.

Terlebi, Februari mendatang kompetisi akan bergulir kembali bila tidak ada aral melintang. Klub-klub sudah mulai berlatih kembali dan merekrut pemain untuk musim mendatang.

Kapan kompetisi musim depan dimulai? Risha menuturkan bahwa direncanakan akan dimulai akhir Februari, tetapi semua harus disinkronkan kembali dengan PSSI karena tahun depan banyak agenda sepak bola nasional, sehingga harus dipastikan jangan sampai bentrok dengan jadwal timnas.

Semoga sisa dana subsidi yang tertunggak bisa disegerakan pembayarannya, agar semua bisa berlibur dengan tenang dan bisa mempersiapkan kompetisi mendatang dengan lebih baik.

Author: Yasmeen Rasidi (@melatee251)