Sebagai orang Asia, tentu ada perasaan senang tersendiri ketika melihat pesepak bola dari benua ini bermain di level tertinggi di Eropa. Benua Asia dapat dikatakan sebagai benua yang manusianya paling beragam, dan keragaman ini tentu menghasilkan banyak opsi menarik dilihat dari sisi sepak bola.
Sayangnya, tak banyak pemain dari Benua Kuning ini yang bermain di liga-liga top Eropa. Meskipun begitu, ada beberapa nama yang terhitung layak untuk bermain di Eropa, seperti misalnya Wu Lei, pemain asal Cina yang tampil menawan bersama Shanghai SIPG, Ahmed Khalil, penyerang asal Uni Emirat Arab (UEA) yang sempat menjadi wonderkid sensasional, dan Omar Khrbin, penyerang asal Suriah yang secara fenomenal hampir berhasil membawa negaranya ke Piala Dunia dan klubnya, Al-Hilal, menjadi juara Liga Champions Asia.
Namun, saat ini, ada satu nama yang fakta bahwa ia belum bermain di Eropa hingga saat ini terasa mengherankan. Ia adalah megabintang asal UEA, Omar Abdulrahman.
Tribes barangkali sudah mengenal figur dengan rambut afro-nya yang terlihat mencolok ini. Ya, Omar adalah sebuah sensasi di YouTube. Ia seringkali mengeluarkan trik-trik magis dengan bola, tidak hanya di sesi latihan, melainkan juga di pertandingan resmi. Ia adalah seorang pesepak bola yang mampu memberikan hiburan bagi penontonnya.
Namun jangan salah, pemain dari klub UEA, Al-Ain ini juga mampu menghadirkan kemenangan bagi tim yang ia bela. Aksi yang ia tonjolkan di lapangan bukan hanya bertujuan untuk menghibur, atau bahkan pamer skill, namun ia juga terbukti mampu menjadi pemimpin utama serangan timnya, tentu dengan cara yang menghibur.
Omar seringkali disebut-sebut sebagai Lionel Messi dari Arab, namun penulis pribadi lebih suka membandingkannya dengan sosok Mesut Özil. Pemain berumur 26 tahun ini memang mempunyai skill-set yang mirip dengan playmaker timnas Jerman tersebut. Omar mampu mendribel dan mengontrol bola dengan nyaman, dan cukup lihai dalam eksekusi bola mati. Namun, kelebihan utamanya adalah visi permainan dan operan yang presisi, yang ia lakukan dengan kelenturan kaki kirinya, persis seperti Özil.
Omar mengawali pendidikan sepak bolanya di Arab Saudi bersama klub Al-Hilal karena ia memang lahir di negara tersebut. Di usia 15 tahun, ia akhirnya pulang ke UEA dan bergabung bersama Al-Ain, lalu dari situ, ia mulai menapaki jalan sebagai pemain terbaik klub yang sempat dibela oleh Asamoah Gyan ini.
Baca juga: Menari Bahagia seperti Asamoah Gyan
Ia mengawali debut di tim senior di tahun 2009, namun masa-masa awalnya tak berjalan menyenangkan karena ia sempat didera cedera ligamen yang cukup parah. Namun, perlahan-lahan, ia mampu mengatasi cederanya, dan tampil konsisten bagi Al-Ain. Permainannya bersama timnas UEA juga tak kalah ciamik.
Momen terbaiknya bersama The White Jersey, julukan timnas UEA, adalah ketika ia menciptakan enam asis dalam laga melawan Malaysia di kualifikasi Piala Dunia 2018, yang mana tetangga kita yang satu itu dihancurkan UEA dengan 10 gol tanpa balas.
Berbagai penghargaan sudah ia dapatkan selama berkarier di UEA. Ia pernah menjadi Pemain Terbaik Liga Champions Asia di tahun 2016, Pemain Arab Terbaik versi Al-Ahram (media Arab) di tahun 2015 dan 2016, dan tentunya Pemain Terbaik Asia di tahun 2016. Dalam tiga tahun terakhir, ia selalu masuk dalam tiga besar Pemain Terbaik Asia.
Sederet penghargaan individu ini menjadi bukti bahwa Omar memang masuk kedalam jejeran pemain elite Asia. Media juga memberikan penghargaan tinggi bagi pemain yang mirip dengan David Luiz ini. FourFourTwo menobatkannya sebagai pemain Asia terbaik di tahun 2017! Namun, jangan kira ini sama dengan penghargaan Pemain Terbaik Asia versi AFC yang hanya meliputi pemain-pemain yang bermain di klub Asia, penilaian yang dilakukan FourFourTwo melingkupi pemain Asia yang bermain di liga top Eropa. S
ingkatnya, menurut media tersebut, Omar adalah pemain yang lebih baik ketimbang Son Heung-min, Shinji Kagawa, atau pemain Asia top lainnya yang bermain di klub besar Eropa.
Apabila penghargaan tersebut tak cukup, berikut adalah pengakuan terhadap Omar yang diucapkan sosok-sosok tenar di dunia sepak bola, yang semuanya disarikan dari BBC,
“Menurut saya, ia dapat bermain di semua liga besar di Eropa. Aksinya dengan bola selalu ditunggu-tunggu seisi stadion. Ia adalah pemain yang fantastis,” ungkap Henk ten Cate, mantan pelatih Ajax, Barcelona, dan Chelsea yang kini menangani klub UEA, Al Jazira.
“Omar adalah pemain yang spesial, yang selalu ada bagi timnya. Ia adalah yang terbaik,” ucap mantan manajer Al-Ain yang kini berhasil membawa timnas Kroasia ke Piala Dunia, Zlatko Dalic.
“Bagi saya pribadi, Al-Ain memiliki pemain terbaik seantero Asia dalam diri Omar. Ia adalah pemain yang luar biasa, saya sangat menyukainya namun banyak orang yang tidak sependapat dengan saya. Semua manajer menginginkan pemain seperti Omar dalam timnya,” ujar legenda Parma yang kini menjadi manajer El-Jaish, Sabri Lamouchi.
Sebenarnya, Omar sempat mendapat tawaran dari klub-klub besar seperti Arsenal dan OGC Nice di tahun 2012. Bahkan, ia sempat menjalani masa uji coba bersama Manchester City di tahun 2013! Namun, pemain yang lahir di Riyadh, ibu kota Arab Saudi ini, mengaku rendahnya peringkat FIFA UEA menghalanginya untuk bermain di klub-klub tersebut.
“Saya sempat mendapat tawaran dari Nice dan Arsenal, dan saya sempat menjalani masa percobaan bersama City, namun peringkat FIFA negara saya begitu rendah, jadi saya tidak mendapat izin untuk bermain di sana,” ungkap sang pemain dikutip dari The Sun.
Meskipun begitu, Omar juga mengungkapkan bahwa ia masih bermimpi untuk bermain di Eropa, dan saat ini beberapa klub Turki tengah mengincarnya mengingat kontraknya bersama Al-Ain akan habis beberapa bulan lagi.
Bermain di Turki bisa menjadi lompatan yang baik bagi Omar, untuk bermain di level yang lebih tinggi lagi, seperti di Liga Italia, Jerman, atau Spanyol. Di umurnya saat ini, sudah waktunya bagi Omar untuk memperlihatkan tariannya di level yang lebih tinggi, dan kepindahan ke Eropa sepertinya tinggal menunggu waktu.
Author: Ganesha Arif Lesmana (@ganesharif)
Penggemar sepak bola dan basket