Kemenangan kembali diraih oleh Manchester City pada laga kedua Grup F Liga Champions 2017/2018. Menjamu Shakhtar Donetsk di Etihad Stadium, armada Pep Guardiola berhasil membawa pulang poin penuh dengan kemenangan dua gol tak berbalas. Sayangnya, hasil positif ini tidak dibarengi dengan performa yang baik dalam hal penyelesaian akhir.
Tampil di hadapan publik sendiri, The Citizens tak mampu berbuat banyak di babak pertama. Secara mengejutkan, justru Shakhtar yang berhasil memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah. Lini tengah City yang dipenuhi pemain kelas wahid seperti Kevin De Bruyne, David Silva, hingga Leroy Sane, mampu dibuat kerepotan oleh ketenangan para pemain Shakhtar dalam membagi bola di lini tengah. Alhasil, hingga babak pertama usai, City tak mampu memecah kebuntuan dan hanya melesakkan dua tendangan yang mengarah ke gawang.
Usai turun minum, arahan Pep kepada pasukannya untuk tampil lebih agresif mulai sedikit menunjukkan hasil. Tiga menit usai peluit babak kedua dibunyikan, sang maestro lapangan tengah, Kevin De Bruyne berhasil membuat publik tuan rumah bersorak berkat tendangan kerasnya yang berhasil menembus jala tim asal Ukraina tersebut.
Selepas gol cepat di babak kedua ini, City jauh lebih santai dalam membangun serangan sehingga peluang yang tercipta juga semakin banyak. Hanya saja, lemahnya penyelesaian akhir para pemain Manchester City membuat banyaknya peluang yang ada menjadi sia-sia.
Tim Biru Langit hanya mampu menambah satu gol di pengujung laga melalui pemain pengganti, Raheem Sterling, yang menerima umpan dari sesama pemain pengganti, Bernardo Silva. Gol ini sendiri menjadi gol keenam pemain Inggris tersebut dari total delapan pertandingan yang ia jalani bersama City musim ini.
Meski ada perbedaan signifikan dari performa City di babak kedua, penyelesaian akhir Sergio Aguero dan kawan-kawan pada laga ini masih harus kembali dievaluasi. Pasalnya, The Citizens sebenarnya mampu menembakkan 13 tendangan pada babak kedua, namun hanya 5 yang mengarah ke gawang.
Sang ujung tombak utama, Aguero, bahkan gagal menceploskan bola dari titik penalti pada menit ke-72 setelah arah tendangannya mampu terbaca oleh kiper Shakhtar, Andriy Pyatov. Secara keseluruhan, penyerang Argentina tersebut hanya mampu melakukan 3 tendangan ke arah gawang dari total 6 percobaan sepanjang 85 menit penampilannya.
Tandem sang penyerang di lini depan, Gabriel Jesus, juga tampil tak kalah melempem. Hanya dimainkan selama 54 menit, penyerang muda asal Brasil tersebut tak sekalipun melakukan percobaan tendangan ke arah gawang Pyatov.
Tentu permasalahan finishing ini harus segera dibenahi oleh Pep Guardiola mengingat timnya kini sedang berusaha lari dari kejaran rival sekota mereka di Liga Primer Inggris, Manchester United. City juga kini tengah memimpin klasemen Grup F Liga Champions dengan hasil sempurna 6 poin dari dua pertandingan yang telah dijalani. Jika tak segera menemukan solusi, bukan tidak mungkin dalam beberapa pekan ke depan, Manchester Biru akan terpeleset baik di liga domestik maupun Eropa.
Author: Alfiza Satrio (@Alfizasatrio)
Penggemar si biru dari London Barat