Sosok alternatif
Duet Wilshere dan Elneny memang bukan duet pilihan utama Wenger. Pilihan utama manajer asal Prancis tersebut adalah Granit Xhaka dan Aaron Ramsey. Keduanya memang lebih bugar ketimbang Wilshere dan sudah banyak bermain bersama. Maka maklum apabila menit bermain Wilshere belum akan bertambah secara signifikan.
Namun, Wilshere punya sesuatu yang tidak dimiliki kedua gelandang utama tersebut. Gaya bermain gelandang berusia 25 tahun ini pun sangat berbeda. Perbedaan gaya bermain inilah yang akan menjadi alternatif bagi Wenger dan skuat Arsenal sendiri ketika situasi berjalan ke arah yang merugikan.
Ketika menerima bola dari salah satu bek tengah, Wilshere menunjukkan kemampuan untuk mendikte permainan. Jangkauan umpan kaki kirinya sangat memuaskan, dengan akurasi yang bisa diandalkan. Gaya bermain pada fase ini mirip dengan apa yang ditunjukkan Xhaka selama ini. Pun, Wilshere punya kejelian melepaskan umpan vertikal untuk memotong lini lawan.
Lagi-lagi, kemampuan tersebut sama seperti yang dimiliki Xhaka. Namun, ketika melakukan penetrasi di lini tengah, Wilshere jauh lebih unggul ketimbang Xhaka. Bahkan, kehadirannya di sepertiga akhir, di sekitar kotak penalti, jauh lebih terasa. Wilshere nyaman menguasai bola di tempat sempit, dengan dua atau tiga lawan yang menekan.
Kemampuan Wilshere melepaskan umpan kunci dari jarak dekat berpotensi menjadi opsi ketika lawan bertahan cukup dalam. Baik dengan umpan datar, atau umpan cungkil, kontrol bola Wilshere sangat berbahaya. Kemampuan ini bisa menjadi alternatif ketika Mesut Özil tengah tidak berada di performa terbaik atau dikawal lawan dengan ketat.
Bagaimana dengan peran Ramsey?
Arsenal akan jauh lebih nyaman dengan Wilshere yang turun hingga ke depan bek untuk menerima bola, ketimbang jika Ramsey yang melakukannya. Ramsey tidak nyaman ketika harus menahan bola dan mensirkulasikannya. Ketika tengah tak bermain baik, Ramsey terlalu ceroboh dan mudah kehilangan bola.
Ramsey jauh akan lebih berguna ketika banyak bermain dekat dengan kotak penalti. Gelandang asal Wales ini merupakan salah satu gelandang dengan goal threat yang tinggi. Alih-alih gelandang yang terlibat dalam sirkulasi bola, Ramsey mungkin akan lebih berguna ketika menjadi second striker seperti perannya bersama timnas Wales.
Ketika membutuhkan kontrol di lini tengah, Xhaka akan menemukan rekan yang ideal dalam diri Wilshere. Keduanya punya visi yang baik, terkait umpan dan mendikte permainan. Sebuah alternatif yang menarik, yang ditawarkan Wilshere.
Seiring kesembuhannya, kedalaman lini tengah Arsenal menjadi lebih berwarna. Maklum, selama ini, Wenger hanya punya opsi Elneny dan Francis Coquelin sebagai pelapis Xhaka dan Ramsey. Aspek bertahan, baik Elneny maupun Coquelin lebih menonjol ketimbang harus menjadi metronom dan mensirkulasikan bola.
Tantangan terbesar adalah menjaga Wilshere tetap bugar. Cara yang dilakukan Bournemouth untuk menjaga Wilshere tetap sehat jelas bisa ditiru. Memang, menit bermain dan porsi latihan Wilshere akan terbatas. Namun, di tengah menit yang terbatas itu, Arsenal menemukan alternatif emas. Pun, Gooners akan tetap bisa bernostalgia, melihat Si Anak Emas bermain di kebun inspirasi bernama Emirates Stadium.
Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen