Eropa Inggris

Mencari Skema yang Tepat untuk Arsenal

Masa depan 2-3-4-1?

Skema 2-3-4-1 adalah bentuk yang terlihat ketika Arsenal menguasai bola. Skema ini menyediakan beberapa hal sesuai dengan preferensi Wenger selama ini.

Pertama, menyediakan proteksi lini belakang dengan adanya tiga gelandang yang bisa turun ke bawah. Kedua, dua bek sayap bisa leluasa naik sekaligus melebar untuk merenggangkan struktur lawan. Ketiga, mengizinkan dua penyerang sayap untuk masuk ke tengah dan menguasai ruang di antara lini lawan.

Gelandang bertahan, tentu akan diisi Xhaka, yang akan mendapatkan “bantuan” dari empat pemain di dekatnya (dua bek dan dua gelandang tengah). Selain “melindungi” Xhaka, bentuk ini juga akan memberi perlindungan lebih kepada dua bek tengah.

Dua gelandang serang akan diisi Alexis dan Mesut Özil. Keduanya mendapatkan peran untuk bebas bergerak di antara lini tengah dan belakang lawan. Sementara itu, Sead Kolasinac dan Hector Bellerin akan menjadi opsi di dua sisi lapangan. Keduanya punya aspek menyerang yang baik dan bisa dimanfaatkan lewat situasi ini.

Nah, masalah utama adalah mengaudisi dua gelandang untuk menemani Xhaka. Tiga gelandang ini harus bisa bermain di wilayah sendiri untuk waktu yang panjang ketika menguasai bola. melihat situasi tersebut, maka dibutuhkan gelandang dengan aspek bertahan yang bagus, punya olah bola yang bagus, dan disiplin mempertahankan pemosisian diri di zona sendiri.

Mempertimbangkan beberapa syarat di atas, beberapa nama harus dicoret. Misalnya, Ramsey dan Jack Wilshere akan kesulitan masuk ke dalam skuat. Ramsey bisa turun ke bawah menjemput bola. Namun, aspek bertahan Ramsey sangat buruk. Hal yang sama juga berlaku untuk Wilshere. Ketika keluar dari posisinya, keberadaan Ramsey atau Wilshere akan menyulitkan Xhaka.

Coquelin? Ia akan kesulitan mensirkulasikan bola dari wilayah sendiri. Kemampuan dan jangkauan umpan yang terbatas akan menjadi penghambat.

Maka, hanya ada dua pemain yang cocok untuk bermain bersama Xhaka saat ini. Mereka adalah Elneny dan Calum Chambers. Keduanya punya aspek bertahan yang baik dan cukup nyaman menguasai bola. Bahkan, penguasaan bola Chambers jauh lebih halus ketimbang Eric Dier. Kemampuan umpan Chambers juga sangat baik.

Ketika bertahan cukup dalam, kedua bek sayap akan turun ke bawah dan membentuk skema 4-5-1. Catatan penting adalah bentuk 3-3 dari 4-3-3 yang juga akan terlihat. Bentuk 3-3 akan diisi Elneny-Xhaka-Chambers dan Alexis-Alexandre Lacazette-Özil. Situasi ini menuntut Alexis dan Özil untuk rajin bergerak ikut dalam proses bertahan (misalnya menekan lawan dari depan).

Sekaligus, keduanya juga mesti waspada dengan pemosisian diri. Bentuk 3-3 menuntut semua pemain untuk tetap mempertahankan jarak ideal sekaligus menutup semua ruang yang mungkin dimanfaatkan lawan. Masalah utama adalah terletak kepada pemain dan pelatih itu sendiri.

Jujur saja, masih sangat sulit melihat, baik Özil atau Alexis, yang bisa disiplin dalam bertahan ketika masih dilatih Wenger. Membandingkanya dengan kedisiplinan Jose Callejon dan Lorenzo Insigne bersama Maurizio Sarri tentu sangat sulit.

Oleh sebab itu, memang sangat sulit untuk dibayangkan Wenger akan mencoba pendekatan ini. Apalagi ketika Ramsey, salah satu pemain favoritnya, harus ditepikan.

Jadi, kesimpulannya adalah:

Skema di atas adalah skema yang paling membuat Arsenal lebih seimbang. Granit Xhaka tak terekspose karena harus menjaga area yang sangat luas. Keberadaan Elneny dan Chambers memberi opsi bertahan yang bagus di lini tengah, sekaligus tetap nyaman ketika menguasai bola. Baik Alexis maupun Özil tetap bisa bermain secara bebas, terutama mengeksploitasi ruang di antara lini pertahanan dan lini tengah lawan.

Disclaimer:
Tulisan ini disarikan dan ditulis ulang dari artikel “Which System Suits Arsenal Best?” karya pmanalytics dan bisa dibaca di sini.

Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen