Eropa Inggris

Menghitung Untung Rugi Dipangkasnya Bursa Transfer Inggris

Neymar

Tetap rawan

Tak ada yang sempurna, termasuk keputusan memangkas waktu bursa transfer musim panas yang mulai menyeruak di beberapa liga elite Eropa. Salah satunya yang jadi di balik manfaat positifnya adalah meski sudah ditutup, para pemain masih bisa meninggalkan klub menuju liga yang tenggat waktunya masih akhir Agustus 2017. Ya, klub memang memiliki kuasa akan pemain lewat kontrak yang ada, tapi bagaimana jika terdapat klausul pelepasan atau release clause?

Kendati belum populer di Inggris, klausul pelepasan mulai jadi pembahasan saat Emre Can dikabarkan ingin menyertakannya dalam rencana kontrak baru di Liverpool. Hal ini disinyalir berkaitan dengan ketertarikan Juventus pada gelandang muda timnas Jerman tersebut. Jika sudah begini, klub bisa terkesan tak berdaya seperti saat Neymar membayar klausul pelepasannya jelang kepindahan dari Barcelona ke PSG.

Efek dari kemungkinan itu, klub praktis tak punya kesempatan untuk mencari suksesor. Selain itu, pemangkasan waktu bursa transfer musim panas masih dianggap bukan isu besar oleh beberapa petinggi lima liga top Eropa. Satu yang baru saja mengeluarkan pernyataan adalah Presiden La Liga, Javier Tebas, yang menyatakan tetap berlangsungnya bursa transfer saat liga telah dijalankan tak akan memengaruhi performa klub peserta.

Perjalanan panjang masih akan dilalui wacana pemangkasan bursa transfer sebelum menyeluruh ke sepak bola Eropa yang terbiasa dengan periode Juni hingga akhir Agustus untuk jual beli pemain, sejak diperkenalkan FIFA pada 2002 silam.

Bagaimana hasilnya? Mari nantikan percobaan pertama pada 9 Agustus 2018 mendatang.

Author: Perdana Nugroho
Penulis bisa ditemui di akun Twitter @harnugroho