Akankah terulang kembali?
Setelah digulung Manchester United dengan skor 8-2, Wenger terlihat panik di jendela transfer. Meriam London akhirnya memboyong beberapa pemain seperti Mikel Arteta, Per Mertesacker, Yossi Benayoun, Park Chu-young, dan “sang legenda”, Andre Santos. Total, saat itu, Wenger membelanjakan 27 juta paun dalam waktu 48 jam.
Situasi yang sama kembali terjadi. Jendela transfer 2017/2018 tinggal menyisakan 48 jam waktu efektif. Celakanya, Wenger tak hanya perlu membeli, namun ia harus menjual. Tingkat kesulitan yang saat ini dihadapi dua kali lebih berat ketimbang tahun 2011 yang lalu. Musim ini ditentukan oleh seberapa panik Wenger di meja perundingan.
Jika berhasil melepas para “deadwood” di atas, Wenger setidaknya harus membeli tiga pemain. Bukan sembarang pemain, tetapi mereka yang bisa mengangkat kualitas tim. Tiga pemain yang dimaksud berposisi sebagai bek tengah, bek sayap, dan gelandang sentral.
Dengan asumsi bahwa Shkodran Mustafi akan segera bergabung dengan Internazionale Milano, Wenger tak bisa memasrahkan lini pertahanan kepada Rob Holding dan Calum Chambers. Gooners sudah melihat bagaimana jatuhnya kepercayaan diri Holding saat ini. Bagaimana dengan Chambers? Tak bijak untuk terlalu merepotkan dirinya dengan tanggung jawab.
Dari Liga Primer Inggris, ada Virgil van Dijk yang masuk akal untuk didekati. Alternatif lain adalah mendekati pemain seperti Jonny Evans. Dari luar Inggris, ada bek favorit Wenger, Kostas Manolas, yang bisa dijadikan prospek. Kuncinya adalah tawaran pada kesempatan pertama. jika tawaran perdana sudah tak menarik, jangan harap bisa membeli pemain dengan cepat.
Untuk lini tengah, pilihan lebih beragam. Jean Michael Seri tengah kecewa berat dengan manajemen OGC Nice. Ini situasi yang ideal untuk memboyong pemain. Pilihan lain bisa mendekati Kevin Kampl, Carlos Soler, atau Rafinha Alcantara. Di lini tengah, pilihan memang lebih beragam, dengan situasi yang juga berbeda-beda.
Untuk bek sayap, situasinya lebih pelik. Tak banyak bek sayap bagus yang tersedia di bursa transfer. Terakhir ada nama Serge Aurier yang sayang sekali sudah bergabung dengan Tottenham Hotspur. Alternatif lain adalah Sergi Roberto dari Barcelona, atau Elseid Hysaj. Nama terakhir berkembang pesat di bawah asuhan Maurizio Sarri.
Soal besarnya dana sudah tak perlu terlalu pusing untuk dipikirkan. Kondisi keuangan yang sudah sehat tentu seharusnya bisa membuat Wenger lebih fleksibel di jendela transfer. Kuncinya adalah menjual pemain, dengan cara apa saja, dan membeli pemain dengan mengajukan penawaran perdana semenarik mungkin.
Ini semua supaya pembelian panik ini lebih berarti, ketimbang tahun 2011, di mana dua pemain berhasil dan sisanya adalah lelucon.
Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen