Bola

Dapatkah Pavel Purishkin Memenuhi Ekspektasi Tinggi Pendukung PSM?

Kredit: PSM Makassar

Disambut ekspektasi tinggi

Setelah resmi menandatangani kontrak setengah musim hingga Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 selesai, Pavel kini sedang menikmati menjadi selebriti dadakan. Akun Instagram miliknya atas nama @Pasheko_88 mengalami peningkatan pesat dalam jumlah followers. Sebelum diresmikan sebagai pemain baru PSM, jumlah followers-nya hanya sekitar seribuan. Jumlah itu kemudian meningkat enam ribu lebih followers hanya dalam beberapa hari!

Fakta itu sekaligus menegaskan besarnya ekspektasi publik Makassar terhadap pemain yang akan memakai nomor punggung 99 ini. Tugas Pavel tidak mudah karena ia harus melewati catatan bagus penyerang sebelumnya, Reinaldo Elias. Reinaldo, yang kini berseragam Persija Jakarta, berhasil menyumbang sembilan gol di putaran pertama Liga 1, tapi gaya bermainnya yang cenderung pasif menunggu bola membuat figurnya kurang populer di mata para pendukung PSM. Pavel diharapkan menawarkan gaya bermain yang berbeda dibandingkan pendahulunya itu.

Mengingat selera Robert Rene Alberts dalam pemilihan pemain asing selama ini cukup bagus, para pendukung PSM memang boleh optimis terhadap Pavel. Dalam dua musim menangani PSM, para pendukung PSM telah dimanjakan oleh nama-nama asing yang dalam waktu singkat berhasil mencuri hati publik Makassar, antara lain Wiljan Pluim, Steven Paulle,dan Marc Klok. Pavel bisa menjadi idola baru selanjutnya.

Apalagi, baru-baru ini beredar video kompilasi sang pemain selama bermain di Kazakhstan dan Malaysia. Namun, di sinilah pertanyaan besarnya, apakah Pavel memang sehebat yang terlihat di video kompilasi YouTube?

Seperti halnya trailer yang bagus belum tentu menjamin filmnya juga bagus, video kompilasi juga tak bisa dijadikan jaminan kehebatan seorang pemain.

Delapan gol selama semusim memperkuat UiTM FC tentu saja belum menggambarkan penuh kehebatan Pavel. Apalagi setelah trigol hebohnya ke gawang Sabah FA itu, nama Pavel nyaris tak pernah lagi diberitakan di Malaysia hingga Malaysian Premier League 2016 berakhir.

Total koleksi delapan golnya berarti ia hanya menyumbang lima gol lain setelah trigolnya melawan Sabah. Jika dipikir dengan logika sederhana pun, andai penampilan Pavel di klub Malaysia itu istimewa, ia pasti diperebutkan klub-klub Malaysia lain atau minimal kontraknya diperpanjang UiTM FC.

Sebaliknya, Pavel justru memilih menghabiskan setengah tahun 2017 dengan kembali ke Kazakhstan. Di negara yang diparodikan di film ‘Borat’ tersebut, pemain ini memilih untuk memperkuat FC Caspiy. Klub ini sudah lebih dari enam belas tahun berjuang di kasta kedua Liga Kazakhstan dan info terakhir menyebutkan bahwa Caspiy hanya duduk di papan bawah klasemen sebelum ditinggalkan Pavel.

Cukup sulit untuk mencari tahu catatan gol Pavel selama memperkuat Caspiy, karena keterbatasan informasi yang dirilis oleh pengelola Liga Kazakhstan. Namun, jika dicek ke situsweb resmi FC Caspiy, nama Pavel sama sekali tidak muncul di daftar pencetak gol mereka. Kesimpulan mudahnya: ada kemungkinan pemain ini tak mencetak sebiji gol pun untuk Caspiy di kasta kedua Liga Kazakhstan. Apakah ia telah kehilangan kehebatannya yang cukup menonjol di awal kariernya sebagai pemain?

Maka, mungkin tak salah jika ditarik kesimpulan bahwa PSM terbilang berjudi dengan merekrut pemain berpaspor Uzbekistan ini untuk mengganti posisi Reinaldo. Apalagi, kedatangan Pavel pasti akan kembali mengorbankan satu nama penyerang lokal di tim utama Juku Eja, antara Ferdinand Sinaga, Titus Bonai, Muhammad Rahmat, atau pendatang baru, Zulham Zamrun.

Robert sendiri mengandalkan pengetahuannya yang cukup luas seputar sepak bola Asia sebelum mendatangkan pemain ini. Sang pelatih tentunya sudah memiliki hitung-hitungan tersendiri, apalagi dengan target juara Liga 1 yang terus menghantuinya.

Jadi, akan seperti apa karier Pavel di putaran kedua ini?

Author: Mahir Pradana (@maheeeR)
Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku ‘Home & Away’.