
Gerak tergopoh
Pembelian yang begitu buruk membuat Barcelona tak bisa menduplikasi kesuksesan mereka. Gelandang-gelandang ini didapat dari bursa transfer. Mereka besar dengan visi yang berbeda dari El Barca. Mereka bukan anak didik Barcelona. Mereka tak meresapi khaidah-khaidah yang dituliskan Cruyff di tembok-tembok Camp Nou.
Gerak tergopoh, gerak sia-sia. Pembelian dilakukan dengan serampangan. Bahkan mereka tak memindai lebih jauh ketika manajemen membayar seorang pemain yang benar-benar tak bisa mempelajari cara Barcelona bernapas di atas lapangan. Semuanya dilakukan dengan serampangan, terburu-buru, tergopoh-gopoh menutup kesalahan dengan kesalahan.
Sepeninggal Neymar, Barcelona akan masuk dalam periode itu lagi. Periode di mana mereka harus berbelanja untuk beberapa posisi. Mulai dari bek tengah, gelandang sentral, hingga penyerang sebelah kiri. Prospek sendiri mengerucut ke tiga nama. Mereka adalah Inigo Martinez, Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele.
Ketiganya pemain hebat, punya potensi. Namun ketiganya bukan pemain dengan darah Cruyff. Beberapa bulan yang lalu, ketika ada Sergi Samper yang menakjubkan, manajemen dengan kembali tergopoh, terus mengejar Marco Verratti. Usaha yang berakhir pedih ketika PSG sebagai pemilik Verratti menyerang balik dengan membayar tuntas banderol Neymar.
Kedatangan Inigo, Coutinho, dan Dembele, mungkin memang dibutuhkan. Narasinya, supaya Barcelona tetap kompetitif. Tak ada yang salah, namun akan begitu salah ketika nantinya mereka hanya pengulangan dari Jeremy Mathieu, Andre Gomes dan Paco Alcacer.
Kedatangan ketiganya mungkin memang dibutuhkan, meski akan semakin menipiskan napas Cruyff dalam rona baru Barcelona.
Jika sudah begitu, angin perubahan akan semakin terasa. Hembusannya semakin keras, menelisik sisi-sisi kesadaran. Angin perubahan berhembus semakin kuat, membawa dingin embun dari ancaman kelamnya masa depan. Membaca arah perubahan dan menyiapkan dayung adalah usaha sederhana yang bisa dilakukan Barcelona.
Untuk menyelamatkan kapal mewah itu dari seretan arus zaman baru. Barcelona hampir sampai di persimpangan jalan itu, ketika Messi pensiun, ketika Busquets tak lagi kuat menendang bola. Ketika warna dasar Senyera tak lagi bersahabat.
Arah mana yang akan diambil Barcelona? Persiapan mulai dari sekarang yang akan sangat menentukan. Waspada, badai bisa datang kapan saja.
Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen