
Terancam tenggelam
Pemain dengan tinggi badan 183 sentimeter ini “seharusnya” bisa menjadi jawaban Milan untuk usaha nihilnya mencari penyerang baru (lagi). Setelah mendapatkan Andre Silva dan Fabio Borini, Milan masih ingin mendatangkan satu penyerang. Usaha Milan berputar di nama Diego Costa, Andrea Belotti, hingga Pierre-Emerick Aubameyang.
Ketika nanti Carlos Bacca resmi dilepas atau Mbaye Niang dibuang, tentunya Milan akan lebih gencar berburu juru gedor. Di tengah perputaran kapital yang besar itu, nama Cutrone bisa tenggelam. Siapa pun pelatihnya, ketika sebuah tim sudah berbelanja besar, ada obligasi tak tertulis bahwa ia harus memainkan pemain-pemain mahal itu.
Andre Silva mungkin yang akan menjadi langganan untuk pos penyerang. Harganya yang mencapai 38 juta euro merupakan penanda bahwa Montella harus mendahulukannya. Di sisi lapangan, dalam format tiga juru gedor, kemungkinan akan diisi Hakan Calhanoglu atau Jack Bonaventura di sisi kiri, dan Suso di sisi kanan.
Jika datang satu pemain depan lagi dan ia menyandang nama besar, bisa jadi Suso akan ditepikan untuk mengakomodasi Andre Silva di sisi kanan. Cutrone? Ia yang bertipe seperti Belotti akan kesulitan jika bermain di sisi lapangan. Ia adalah “si nomor 9”, yang bermain sebagai penyerang penyelesai peluang.
Di paragraf sebelumnya, saya menggunakan tanda kutip untuk kata “seharusnya”. Betul, Cutrone, yang masih 19 tahun dengan potensi besar, seharusnya menjadi pendukung penyerang utama Milan. Jika ia hanya diberi kesempatan di pra-musim, Milan tercancam kehilangan salah satu bakat besarnya.
Di tengah kepungan perputaran kapital, pemain muda Milan bisa kehilangan harapan. Ia akan tenggelam di tengah ambisi menyelamatkan investasi, yang bakal menjadi urgensi Milan musim 2017/2018.
Cutrone, lulusan Primavera, daun yang masih muda itu, akan layu dan gugur jika tak dipupuk dengan kepercayaan.
Author: Yamadipati Seno (@arsenalskitchen)
Koki Arsenal’s Kitchen