Eropa Inggris

Memetakan Isi Kepala Alexis Sanchez

Alexis dilego ke Arsenal

Sedikit mengherankan karena di tengah puncak performanya, Barcelona justru memberi jalan lapang bagi Arsenal untuk memboyong Alexis.

Situsweb suporter Barcelona, Barca Blaugranes, menyebut penjualan Alexis ke Arsenal sebagai salah satu keputusan Direktur Olahraga, Andoni Zubizarreta, yang memecah belah opini internal. Situsweb tersebut juga menggambarkan Alexis sebagai salah satu penampil terbaik musim 2013/2014.

Namun, seiring waktu berjalan, sebuah kejelasan muncul. Saat itu, ternyata, El Barca tengah melakukan pendekatan dengan Luis Suarez. Juru gedor asal Uruguay yang saat itu masih menjadi milik Liverpool digambarkan sebagai salah satu pemain yang bisa mengubah hasil akhir sebuah pertandingan. Tipe pemain yang harus dimiliki semua tim besar.

Pun, Barcelona tak bisa membeli pemain dengan harga 75 juta paun tanpa melepas pemain terlebih dahulu. Saat itu, ada dua pemain yang mungkin dilepas, yaitu Alexis dan Pedro Rodriguez. Namun, di tengah bursa transfer, Alexis lebih menjual. Jenis pemain yang bisa dilepas untuk meningkatkan dana transfer.

Penjualan Alexis juga menjadi salah satu usaha Barcelona menyiapkan jalan untuk pemain akademi. Dan memang, pada akhirnya, klub lebih memilh mempertahankan Pedro. Pemain asal Spanyol ini dianggap lebih mewakili semangat klub, tidak egois dan selalu bekerja keras. Seorang pemain kelas dunia yang tak mengeluh meski tak masuk tim utama.

Menakar pernyataan tersebut, apakah Alexis tak meresapi nilai-nilai yang ditanamkan di Barcelona? Pernyataan Alexis ketika bergabung dengan Arsenal menjadi indikasi yang cukup jelas.

“Saya tak pernah menyesali keputusan untuk meninggalkan Barcelona. Memang tak mudah. Saya berhasil mewujudkan mimpi, bermain di Spanyol dan menjadi juara. Tapi, hanya sedikit pemain yang bertahan di klub yang sama untuk waktu yang lama. Hengkang adalah hal yang normal,” ungkap Alexis di awal tahun 2016.

“Saya ingin terlibat di proyek yang baru, sebuah pengalaman baru. Dan mempertimbangkan banyaknya penyerang di Barcelona, hengkang adalah keputusan yang bagus. Direktur Olahraga memberi tahu saya bahwa beberapa klub tertarik. Jadi, saya pikir akan menjadi pilihan yang bagus dengan memilih Arsenal,” tambahnya.

Dari pernyataan tersebut, terdengar bahwa Alexis tak akan menjadi pusat di Arsenal. Terkadang, ia harus menepi, memberi kesempatan kepada rekannya. Nilai tersebut pun ditegaskan oleh Dani Alves.

“Alexis bukan gagal. Tapi memang sulit bermain di sini karena Anda harus memahami ide besarnya. Pada akhirnya, di Barcelona, menjadi pemain hebat saja tak cukup. Anda harus bisa memahami cara Barcelona bermain. Dan jika berhasil, Anda akan punya karier yang panjang di sini,” kata Alves di tahun 2016.

Apakah Alexis tak bisa memahami cara bermain Barcelona? Apakah ini berkaitan dengan gairah atau soal sikap saja?