Kolom

Jim Beglin: Bek Kiri Terbaik yang Menjelma sebagai Komentator Terkenal

Titik balik

Cedera lutut kanan Jim menjadi titik balik perjuangannya selama ini. Bukan balik menuju ke atas, namun semakin menukik ke bawah. Setelah pulih, ia hijrah ke Leeds United dengan harapan dapat menyelamatkan kariernya. Akan tetapi, semuanya berakhir sia-sia. James Martin Beglin harus pensiun dini di usia 27 tahun karena cedera berkepanjangan.

Ironis, antiklimaks dan tak dapat dipercaya. Jim Beglin muda adalah bek kiri yang piawai. Bakatnya memang sedikit terlambat tercium oleh klub-klub Liga Inggris, tetapi setelah dirinya bergabung dengan Shamrock Rovers, semuanya terasa menjadi lebih indah.

Ketika itu usianya 17 tahun dan berkat performa impresifnya, ia mendapat kabar bahwa Arsenal menawarinya trial sebulan. Akan tetapi, sayang beribu sayang, Jim kemudian harus merelakan kesempatan berkarier di London.

Ketua federasi sepak bola Irlandia saat itu, Louis Kilcoyne, mengatakan bahwa Arsenal tiba-tiba membatalkan tawaran mereka tanpa sebab. Suatu hari, di sebuah kejuaraan golf, Jim bertemu dengan Terry Neill yang saat itu menjabat sebagai manajer Arsenal. Ia menanyakan perihal trial yang sempat mereka tawarkan, namun Neill menjawab bahwa ia tidak tahu soal itu.

Akan tetapi, Tuhan selalu bersama mereka yang bekerja keras. Gagal berseragam merah di kota London, Jim akhirnya menandatangi kontrak dengan kesebelasan berbaju merah di kota pelabuhan. Pamor Liverpool saat itu jauh lebih mentereng ketimbang Arsenal. Bergabung dengan Liverpool di era 1980-an ibarat bergabung dengan Real Madrid atau Barcelona saat ini.

Di enam gelaran Piala Champions terakhir, Liverpool menjuarai tiga di antaranya dan merajai Liga Inggris. Jim Beglin saat itu adalah rekrutan terakhir Bob Paisley di bursa transfer 1983 yang didapat melalui jalur trial.