Eropa Italia

AC Milan dan Tradisi Bek Kiri Mematikan

Serginho

Sérgio Cláudio dos Santos nama aslinya, Il Concorde julukannya. Kecepatan lari Serginho memang tak main-main, bahkan dirinya mungkin adalah bek tercepat yang pernah dimiliki Milan, mengalahkan kompatriot senegaranya di sisi lain lapangan, Marcos Cafu.

Serginho beruntung dapat menikmati layanan Milan Lab ketika klinik perawatan pemain gaek itu sedang dalam masa jayanya. Di usia yang telah melewati angka 30, pemain kelahiran Rio de Janeiro ini tidak kehilangan kecepatan lari dan staminanya. Ia tak pernah lelah maju membantu serangan, akurasi umpan silangnya juga bagus.

Serginho menawarkan dimensi permainan yang berbeda ketika menggantikan Paolo Maldini di sektor bek kiri. Dengan agresivitasnya, Milan dapat mengirim dua bek sayapnya untuk maju menyerang secara bergantian. Cafu di kanan, Serginho di kiri.

Eks pemain São Paulo ini juga merupakan pahlawan Il Diavolo Rosso di ajang kompetisi Eropa, tepatnya pada tahun 2003. Serginho sukses menyelesaikan penalti pertama Milan saat mengalahkan Juventus di final Liga Champions lewat babak adu penalti. Sayangnya, ia gagal menunaikan tugas yang sama saat Milan kalah adu penalti dari Liverpool dalam laga bertajuk The Miracle of Istanbul pada tahun 2005.