Nasib terkini
Setelah kejadian luar biasa di Maracana 2014, semua beranggapan bahwa hal tersebut akan jadi momentum yang membawa Götze ke tahap yang lebih tinggi dalam kariernya. Namun, ternyata roda nasib berputar ke arah yang berbeda. Musim keduanya dijalani dengan cukup baik, di mana ia tetap bermain reguler di FC Bayern dan mencetak beberapa gol. Tapi di musim ketiganya segala sesuatu menjadi semakin sulit.
Thiago terus berkembang menjadi gelandang kelas dunia. Sementara Götze kepayahan karena serangkaian cedera menimpanya. Ia hanya mencetak tiga gol di musim terakhirnya di FC Bayern. Hingga pada awal musim 2016/2017, Götze, si anak hilang, pulang kembali ke Dortmund.
Götze pulang ke Dortmund dengan harapan ia bisa memperbaiki kariernya. Kembali ke awal ketika segalanya di mulai. Namun malang tak dapat dihindar. Dalam upaya penyembuhan cedera otot yang ia terima di permulaan musim, diketahui bahwa Götze menderita penyakit langka yang kemungkinan bisa saja membuat ia lumpuh.
Götze dan pihak klub kemudian merilis kabar ini dan menyebut Götze akan absen hingga waktu yang tidak ditentukan. Semakin pilu karena penyakit ini disebut-sebut salah satu penyebabnya adalah karena otot Götze terus dipaksa bekerja keras sejak masih muda.
Selalu ada kabar positif soal kesembuhannya, tetapi juga diiringi kabar lain bahwa Götze sulit sembuh. Sebuah nasib tragis bagi pemain pemenang Piala Dunia yang dahulu sempat disebut sebagai Lionel Messi dari Jerman.
Kebetulan 3 Juni hari ini adalah hari ulang tahunnya. Mari doakan ia bisa pulih seperti sedia kala. Lekas sembuh dan lekas kembali ke lapangan, World Cup winner, Mario Götze!
Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia