Dunia Lainnya

7 Orang “Kiri” di Sepak Bola

Cristiano Lucarelli
Cristiano Lucarelli.
  • Cristiano Lucarelli

“Beberapa pemain bola menghamburkan satu miliar guna membeli Ferrari atau yacht mewah; dengan uang sebanyak itu saya menggunakannya untuk membeli kaus Livorno. Begitulah.”

Lucarelli menjadi yang paling menonjol karena ia membela tim yang begitu identik dengan komunisme Italia. Ia menyadarinya dan memang menjadi pemeluk komunisme yang taat. Penyerang yang pernah menjadi capocannoniere musim 2004/2005 ini selalu merayakan gol dengan selebrasi dua tangan terkepal (a dual clinch fist), yang merupakan gerakan khas kaum kiri.

Selain itu, ia juga mengenakan kostum bernomor punggung 99, yang ia dedikasikan untuk Brigata Autonome Livornesi (BAL), ultras Livorno yang berdiri pada 1999. BAL sendiri aktif menyuarakan slogan-slogan berbau kiri dan resistensi di dalam lapangan. Hal ini membuat mereka kerap berbenturan dengan ultras-ultras yang berafiliasi dengan politik sayap kanan seperti Lazio atau Verona. Selain di nomor punggung, nama Livorno ia abadikan sebagai tato di lengan kirinya.

Sikapnya ini telah ia lakukan sejak muda. Di tahun 1997, saat membela timnas Italia U-21, ia merayakan gol dengan menunjukkan kaos bagian dalam yang bergambar Che Guevara. Ia memang begitu mengidolai pahlawan pembebasan Amerika Latin tersebut. Tahun 2005, ia bahkan menemui Aleida Guevara, untuk membicarakan kemungkinan mengadakan pertandingan persahabatan di Kuba.

Setelah pensiun, Lucarelli kin menjadi pelatih klub Lega Pro, Pistoiese.

Diego Maradona
Diego Maradona
  • Diego Maradona (Argentina)

Si Santo kota Napoli boleh saja menghabiskan masa tua dengan hidup foya-foya. Tetapi Maradona tahu betul statusnya sebagai “setengah dewa” di dunia sepak bola, khususnya di Amerika Selatan.

Maradona, yang tumbuh di keluarga miskin, tentu mengetahui penderitaan masyarakat Amerika Latin akibat campur tangan sang imperialis, Amerika Serikat. Nilai-nilai kiri yang ia anut membuatnya mudah bergaul dengan mendiang Fidel Castro. Selain itu Maradona juga pernah mendukung presiden Venezuela, Hugo Chavez, yang dikenal berani menentang Washington.

Castro ia abadikan dalam bentuk tato di kaki kirinya, sementara di kaki kanan Maradona, terdapat kompatriot sang pemimpin Kuba, Che Guevara. Pada tahun 2005, ia melakukan aksi protes kepada George W. Bush yang sedang melakukan kunjungan ke Argentina. Bush adalah sosok yang paling bertanggung jawab dalam salah satu tragedi kemanusiaan terkeji, Perang Irak.

“Saya membenci seluruh hal yang berhubungan dengan Amerika Serikat. Saya membenci mereka dengan segenap tenaga,” katanya seperti dikutip Reuters (19/9/2007).