Kolom Eropa

Mereka yang Redup Usai Hengkang dari FC Porto

Ricardo Quaresma

Sebelum ada Cristiano Ronaldo, nama Ricardo Quaresma adalah bocah ajaib favorit Portugal. Ia tiba di Porto setelah tidak begitu sukses di Barcelona. Hijrahnya Quaresma ke Porto sempat menimbulkan polemik karena ia merupakan produk akademi Sporting. Quaresma mendarat di Porto sebagai salah satu bagian dari transfer Deco ke Barcelona.

Di Porto ia seakan mendapatkan kehidupan kedua. Ia menjadi kunci FC Porto menjuarai Liga Portugal selama tiga musim beruntun (2006, 2007 dan 2008). Di sana Quaresma seakan menunjukkan bahwa ialah anak emas sepak bola Portugal, bukan Ronaldo. Kegemilangan di Porto kemudian membuat Inter Milan tertarik. Tim Italia tersebut kemudian membayar 18,45 juta paun kepada Porto untuk mengangkut Quaresma.

Meskipun sempat menunjukkan penampilan baik di laga-laga perdananya, nyatanya secara keseluruhan karier Quaresma di Inter tidak terlalu baik. Lebih sering berurusan dengan cedera membuat Quaresma kesulitan berkembang di Italia. Sempat dipinjamkan ke Chelsea selama setengah musim, Inter kemudian melego Quaresma ke tim asal Turki, Besiktas pada tahun 2010.
***

Sedikit menjadi trivia bahwa sebenarnya, bertahan di Porto tetap opsi yang menarik sebagai pertimbangan karier sepak bola, bukan?

Author: Aun Rahman (@aunrrahman)
Penikmat sepak bola dalam negeri yang (masih) percaya Indonesia mampu tampil di Piala Dunia