Setiap tahunnya, asoasi pesepak bola profesional Inggris, PFA, memberikan penghargaan kepada para penampil terbaik sepanjang musim. Selain penghargaan pemain terbaik dan pemain muda terbaik, penghargaan lain yang juga memiliki gengsi tinggi adalah masuk ke dalam jajaran tim terbaik versi PFA.
Panel berisi hampir 4.000 pemain ini kemudian memilih sebelas pemain terbaik yang berhak masuk kedalam tim terbaik. Untuk edisi musim kali ini, sebenarnya bukan kejutan apabila didominasi oleh para pemain Manchester City. Maklum, klub sisi biru kota Manchester tersebut adalah juara Liga Primer Inggris di musim kompetisi kali. Satu hal lain yang juga bukan menjadi kejutan adalah keberadaan David de Gea di bawah mistar gawang tim terbaik versi PFA.
Penghargaan ini merupakan yang kelima untuk de Gea dan kali keempat secara beruntun. Atau dengan kata lain, selama tujuh musimnya di Liga Primer Inggris, de Gea hanya dua kali tidak terpilih menjadi kiper di tim terbaik versi PFA. Memang sejauh ini rekor kemunculan terbanyak di tim terbaik PFA masih dipegang oleh Steven Gerrard yang masuk di delapan musim. Tetapi untuk posisi kiper, terutama di era Liga Primer Inggris, de Gea adalah yang paling banyak masuk ke tim terbaik versi PFA.
Sebenarnya sudah bisa ditebak terkait pemilihan de Gea sebagai kiper di tim terbaik versi PFA. Semua tentu mengingat bagaimana penampilan sensasional David de Gea ketika berhadapan dengan Arsenal. Dua penyelamatan ganda mengagalkan peluang dari Alexander Lacazette dan Alexis Sanchez yang kala itu masih berseragam Arsenal. Pada pertandingan tersebut de Gea membuat 14 penyelamatan. Sebuah rekor yang luar biasa. Musim ini ia juga mencapai catatan clean sheet yang ke-100.
Catatan menakjubkan lain juga dikemukakan oleh Opta. Disebutkan bahwa rataan kemasukan dengan pembanding setiap tembakan yang dihadapi oleh seorang kiper di Liga Primer Inggris, de Gea membuat catatan yang lagi-lagi membuat geleng-geleng kepala. Angka kemungkinan David de Gea kemasukan di musim ini adalah 14 gol. Sementara kiper-kiper lain di Liga Primer Inggris angka kemungkinan kemasukan golnya adalah 38 gol. Sebuah rentang yang jelas sangat jauh.
14 – @D_DeGea has conceded 24 league goals this season (excl. OGs), but based on Opta xG data for shots on target faced, the average keeper would've been expected to concede 38 goals. This is the biggest differential by a PL goalkeeper in 2017-18. Exceptional. #pfaawards pic.twitter.com/juoFcAuWUu
— OptaJoe (@OptaJoe) April 18, 2018
Keberadaan de Gea di bawah mistar gawang tim terbaik versi PFA memang sulit dibantahkan. Rasanya tidak ada kiper lain di Liga Primer Inggris yang memiliki kualitas seperti de Gea. Penghargaan yang kembali ia terima dalam empat musim terakhir juga semakin menegaskan hal tersebut. Apakah ini berarti Liga Primer Inggris sudah terlalu mudah untuk de Gea? Apakah ia mesti mencoba menjajal kompetisi di negara lain untuk semakin meningkatkan kualitas dirinya?