
Formasi pohon Natal ala Don Carletto
Salah satu faktor terbesar yang menentukan kesuksesan Milan pada musim 2006/2007 adalah Ancelotti. Dalam hal ini, Don Carletto berhasil menerapkan strategi jitu untuk Milan dengan mempertimbangkan komposisi pemain yang ia miliki.
Dengan formasi pohon Natal 4-3-2-1, skema ini adalah strategi defensif berdasarkan kesolidan dan kekompakan tim.
Memfokuskan serangan melalui lini tengah, formasi pohon Natal Ancelotti memiliki kekurangan dalam sektor penyerangan sisi melebar. Hal ini mengharuskan timnya memiliki bek sayap ofensif untuk ikut membantu serangan melalui sektor sayap.
Formasi ini disokong oleh 3 gelandang yang terbagi menjadi 2 gelandang tipe bertahan pada sisi kanan dan kiri untuk melindungi kedalaman tim, juga dilengkapi 1 gelandang bertahan kreatif di tengah yang berfungsi mengatur ritme dan arah permainan.
Dua gelandang serang kreatif yang berposisi agak ke dalam memiliki opsi untuk melebar bersama-sama mendukung kinerja penyerang tunggal. Inilah kunci kesuksesan formasi 4-3-2-1 milik Ancelotti.
Meledaknya Ricky Kaka
Siapa yang ingat momen magis Kaka di Old Trafford? Momen ketika dirinya seorang diri menembus pertahanan Manchester United, mengelabui Patrice Evra dan Gabriel Heinze yang pada akhirnya menceploskan bola dengan placing tenang ke gawang yang dikawal Edwin Van der Sar.
Ini adalah salah satu dari sekian banyak momen luar biasa Kaka di musim 2006/2007. Di bawah tangan dingin Ancelotti, Kaka menjelma jadi pemain terbaik dunia saat itu.
Bisa dibilang musim 2006/2007 adalah tahunnya Kaka. Tahun ketika Ricky meraih puncak kariernya bersama AC Milan.
Setelah 2 tahun sebelumnya nyaris mengangkat Si Kuping Besar di Istanbul, kali ini Kaka menjadi aktor utama Il Diavolo Rosso dalam kampanye meraih trofi Liga Champions-nya yang ke-7.