Suara Pembaca

Ketika Kawan-kawan Tsubasa Dipinang Klub J. League

Hadirnya Takumi Minamino di Liverpool seakan membuat daftar panjang kemajuan sepak bola di Negeri Matahari Terbit. Belum lagi konsistensi mereka dalam ajang empat tahunan bertajuk Piala Dunia, serta ekspor pemain muda berbakat seperti Hiroki Abe di Barcelona dan Takefusa Kubo ke Real Madrid.

Dirunut dari semua kemajuan dan keseriusan federasi Jepang, disebutkan bahwa animasi dan manga Captain Tsubasa membawa dampak baik bagi mimpi anak-anak di Jepang, dulu hingga sekarang.

Manga garapan Yoichi Takahashi ini seakan menjadi ramalan. Hadirnya Tsubasa Ozora di Barcelona, Kojiro Hyuga di Juventus, Tomeya Akai di Sampdoria, Genzo Wakabayashi di Hamburg SV, hingga Shingo Aoi di Inter, membawa harapan bagi anak-anak di Jepang untuk menuju pentas dunia melalui sepak bola.

Tsubasa Ozora dengan teknik dan bakat sejak lahirnya memang patut menjadi contoh bagi penduduk Jepang, meskipun kisah ini adalah fiksi. Namun, tak luput selain Tsubasa, hadir pula si protagonis maupun si antagonis yang menjadi lawannya ketika di Nankatsu, juga patut memiliki mimpi seperti Tsubasa dan mewujudkannya.

Dalam Captain Tsubasa: Road to 2002, mereka mulai menunjukkan taringnya. Sebagian dari mereka ada yang bergabung dengan tim lokal. Mulai dari klub JEF Chiba hingga Consadole Sapporo, dan dari Jun Misugi hingga Ryo Ishizaki.

BACA JUGA: Ada Captain Tsubasa dalam Perayaan Kemenangan Granada

Jubilo Iwata

Misaki yang saat itu pasca-rehabilitasi selama satu tahun penuh pun memutuskan menerima pinangan Jubilo Iwata. Hal ini sebagai “pemanasan” sebelum akhirnya melanjutkan kariernya di Prancis. Juga Ryo Ishizaki dan Hanji Urabe sebagai pemain belakang serba bisa guna mengimbangi kekuatan Urawa Red Diamonds di laga pembuka tersebut.

Foto: captaintsubasa.fandom.com

Urawa Red Diamonds

Sang tamu datang dengan kekuatan terbaiknya. Mereka memperlihatkan keseriusan dengan memadukan pemain senior dan junior. Ada bek senior sebagai kapten sekaligus pemegang caps terbanyak timnas Jepang, Hayato Igawa. Hingga Takeshi Sawada, partner Hyuga ketika SD dan SMP menjalani laga debutnya di kancah J. League.

Foto: ncdnicolito.info

Kashima Antlers

Di pertandingan lain, Kashima Stadium sangat bergairah. Sorakan bersemangat dari penonton bergemuruh untuk tuan rumah, Kashima Antlers. Kali ini dua debutan Brasil, yakni Luciano Leo, teman masa kecil Carlos Santana yang saat ini membela Valencia di Spanyol. Juga Pepe, teman Tsubasa ketika mereka berdua sama-sama membela Sao Paulo. Brazilian Silver Duo siap menghancurkan mimpi lawan mereka, yakni Vissel Kobe.

Foto: captaintsubasa.fandom.com

Vissel Kobe

Kazuki “Shadow Striker” Sorimachi tidak ingin dipermalukan di hadapan publik Antlers. Di laga ini dirinya ingin menunjukan bahwa satu tempat di timnas Jepang U-23, layak untuk menjadi miliknya di balik hingar-bingar kawannya ketika di SMP Toho, Kojiru Hyuga.

Foto: captaintsubasa.fandom.com

Consadole Sapporo

Consadole Sapporo sepertinya sangat memanfaatkan “putra daerah” sebagai aset mereka. Mengendus dua pemain Furano yang sudah terbiasa dengan lingkungan Hokkaido yang dingin, tidak ada alasan untuk Consadole Sapporo tidak mengontrak Hikaru Matsuyama dan bromance-nya, Kazumasa Oda. Avalanche Attack siap menghajar FC Tokyo di Sapporo Dome!

Foto: duniaku.idntimes.com

FC Tokyo

Komentator di Sapporo Dome bersemangat kala Matsuyama menghampiri si pemilik nomor punggung 14 Si Pangeran Tokyo, Jun Misugi. Dengan mengepalkan tangan ke udara, teriakan wanita di bangku tandang pun mengisyaratkan bahwa FC. Tokyo datang ke Sapporo bukan hanya sekadar mencicipi udara dingin khas Utara.

Foto: pinterest

Nagoya Grampus 

Ken Wakashimazu membenarkan sarung tangannya. Entah apa yang ia pikirkan. Apakah posisi pertama di kursi kiper nomer satu timnas Jepang U-23, yang itu artinya harus bersaing dengan Genzo Wakabayashi. Atau menikmati sorak sorai di Toyota Stadium kala menyambut dengan gemuruh lawan mereka, Kashiwa Reysol. 

Foto: captaintsubasa.fandom.com

Kashiwa Reysol

Shun Nitta mengepalkan tangannya, gigi gingsul miliknya seakan mengisyaratkan ketidaksabarannya melawan salah satu kiper terbaik di J. League. Terlebih, lawannya kali ini, Wakashimazu, adalah rekan satu perguruan silat dengannya. Bersiaplah, Toyota Stadium! Tendangan dan tangkapan wakado-ryu akan memukau kalian!

Foto: captaintsubasa.fandom.com

Avispa Fukuoka

Keseimbangan Avispa Fukuoka antara menyerang dan bertahan kali ini akan aman. Hirado combination hadir dalam laga yang dihelat di Fukuoka. Hiroshi Jito sebagai palang pintu timnas Jepang U-23 yang tidak tergantikan, pun Mitsuru Sano sebagai striker lincah yang siap dilempar dan ditendang oleh Jito sebagai jurus andalan mereka.

Foto: captaintsubasa.fandom.com

JEF Chiba

Jaminan keseruan pastinya akan tersaji di Level5 Stadium. Selain Hirado Combination, lawan mereka pun tak kalah mengerikan, yakni Tachibana bersaudara yang akan memanjat tiang gawang Avispa Fukuoka, memaksa Jito untuk beradu sprint dan kedigdayaan Skylab Hurricane ala duo lincah Masao dan Kazuo Tachibana.

Foto: captaintsubasa.fandom.com