Suara Pembaca

Kulihat Garuda Pertiwi, Sedang Bersusah Hati…

Gelaran Piala AFF U-15 dan U-18 2019 telah usai. Timnas U-15 dan U-18 sama-sama menempati posisi ke-3, dan terhenti di babak semi-final membuat keduanya gagal merengkuh juara. Namun berbeda dengan Garuda Pertiwi (julukan timnasita).

Meski turnamen AFF Women Championship 2019 masih belum usai, Garuda Pertiwi malah pulang lebih awal, menempati posisi 3 di Grup B membuat mereka gagal melaju ke semi-final.

Satu grup bersama Vietnam, Myanmar, dan Kamboja, timnasita tampak kesulitan untuk membuat kejutan di Thailand. Pasalnya, tim asuhan Rully Nere tersebut menjadi lumbung gol bagi Myanmar dan Vietnam. Di laga pertama melawan Myanmar (16/8), timnasita kalah tujuh gol tanpa balas. Hat-trick dari penyerang Myanmar, Yee Yee Oo, menjadikan lini pertahanan Indonesia berantakan.

Di laga keduanya melawan Vietnam (18/8), timnasita gagal memberi kado manis seusai HUT Republik Indonesia. Skor yang sama ketika menghadapi Myanmar kembali terjadi, kalah telak 7 gol didapatkan oleh timnasita. Ini adalah kekalahan telak kedua yang dialami dalam gelaran AFF Women Championship 2019.

Berbeda dengan laga pertama, dan kedua. Di laga ketiga (20/08) Indonesia akhirnya berhasil mendapat kemenangan. Skor 4-0 melawan Kamboja didapatkan melalui sepasang gol Dewi Tia, dan dua gol masing-masing dicetak oleh Mayang ZP, dan Baiq Amiatun.

Baca juga: Sepak Bola Wanita Bukan Tentang Wanitanya

Kekalahan bukan hal yang baru bagi timnasita. Saat mengikuti Pra-Olimpiade pada April lalu, timnas putri Indonesia juga kalah tiga kali dari tiga pertandingan. Tiga kekalahan didapat, masing-masing 0-2 dari India, 0-6 dari Myanmar, dan 1-2 dari Nepal.

Pada Asian Games 2018, timnas putri juga gagal lolos dari fase grup. Mereka hanya memetik satu kemenangan dari tiga laga. Satu-satunya kemenangan didapat dari Maladewa dengan skor 6-0. Namun dalam dua laga terakhir, timnasita  tak berdaya dan selalu kalah dengan skor telak. Dua kekalahan itu didapat, masing-masing 0-4 dari Taiwan dan 0-12 dari Korea Selatan.

Absennya dua penyerang andalan, Zahra Muzdalifah dan Yudith Herlina, membuat lini depan timnasita tampak kesulitan dalam menyerang. Ban kapten yang biasa dipakai oleh Zahra, kini juga berpindah ke Ade Mustika di laga pertama dan kedua, lalu dilanjutkan Shafira Ika pada laga terakhir melawan Kamboja.

Selepas pertandingan, pelatih Garuda Pertiwi, Rully Nere, mengapresiasi perjuangan anak-anak asuhannya selama mengikuti ajang AFF Women Championship 2019.

“Kami adalah tim yang mengalami dua kekalahan di fase grup. Bukan hanya siapa yang kalah akan menjadi juru kunci, tetapi lebih kepada bagaimana anak-anak bermain bisa keluar dari tekanan,” kata Rully Nere.

Baca juga: Sudah Siapkah Liga 1 Putri di Indonesia?

Yang menjadikan Garuda fans bersedih bukan prestasi buruk yang diterima timnasita, tapi nada-nada seksis pun dilontarkan oleh sebagian warganet seusai timnasita dipecundangi di dua laga AFF Women Championship 2019.

Sebenarnya entah hasil apapun yang diberikan, selagi membawa logo burung Garuda di dada wajib untuk kita dukung. Minimnya pengalaman dan kompetisi yang ada, tak pantas jika harus memberi cacian untuk  mereka yang sedang berjuang mati-matian. 

Shalika Aurelia, bek tengah yang ikut dibawa Rully Nere di gelaran AFF Women Championship 2019 pun juga meminta dukungan melalui media sosialnya di Instagram. Dalam potongan caption di Instagram-nya terdapat sebuah pesan “Dukung kami tanpa syarat harus menang atau kalah. Harapan kami sama dengan kalian semua!”

Ini semua adalah bukti bahwa kita harus menghargai keringat-keringat mereka yang berjuang demi nama Indonesia, entah apapun jenis kelaminnya. Media massa juga harus memberi edukasi-edukasi yang positif agar pemain tetap nyaman, tidak takut akan hal yang berbau rasisme dan seksisme. Apa lagi mengekspos kecantikan atau keseksian para pemain di lapangan.

Federasi juga harus terus berusaha memberikan yang terbaik untuk srikandi-srikandi di lapangan hijau. Pasalnya bulan September nanti akan digelar Liga 1 Wanita, dan ada 10 klub yang bersedia meramaikannya. Dengan ini semua komponen-komponen suporter, klub, dan federasi harus saling bersinergi untuk menyikapi sepak bola wanita agar lebih baik lagi ke depannya.

Beri mereka dukungan yang terbaik, serta komentar-komentar yang membangun. Percayalah, suatu saat nanti, yang pernah dijatuhkan serendah-rendahnya, akan berbuah manis di esok hari, dengan dibuat terbang setinggi-tingginya.

Jangan lagi engkau bersusah hati, wahai Garuda Pertiwi…

 

*Penulis dapat ditemui di akun Twitter @wegahxkelangan