Cerita

Arif Satria, dari Liga 3 Menjadi Pilar Lini Belakang Persela

Lonjakan karier yang sangat pesat dialami oleh salah satu bek tengah Persela Lamongan musim ini. Didatangkan dari klub Liga 3, Arif Satria menjelma sebagai andalan baru Laskar Joko Tingkir di Go-Jek Liga 1 2018, dan menjadi salah satu penggawa yang tak pernah tergantikan posisinya.

Arif Satria diboyong Persela melalui proses seleksi. Di awal musim ini, Aji Santoso sempat mengumumkan bahwa Persela akan membuka seleksi untuk mencari bek tengah, dan dari situlah Arif Satria merintis jalannya menuju pujaan baru di Stadion Surajaya.

Awalnya pemain kelahiran 17 September 1995 ini sempat terkendala dana saat hendak berangkat ke Lamongan, tapi beruntung ia mendapat pinjaman dari pelatih SSB-nya, Joni Effendi.

“Alhamdulillah ada yang bantu uang untuk berangkat seleksi ke Persela. Jadi, saya modal nekat saja waktu datang dan hasilnya alhamdulillah bisa diterima oleh coach Aji,” ungkapnya di situsweb resmi Persela.

Arif kemudian menjadi salah satu peserta seleksi bersama sekitar 60 orang yang mendaftar saat itu. Semangat untuk meniti karier lebih tinggi membuatnya tampil all-out, juga untuk membuktikan bahwa rekomendasi temannya ke Aji Santoso tidak salah.

Baca juga: Misi Berat Persela Lamongan di Liga 1 tanpa Sang Kapten Legendaris

Tomi Pranata adalah orang di balik rekomendasi tersebut. Dilansir dari situsweb resmi Persela, rekan setim Arif Satria di PSP Padang itu adalah orang yang memberi tahu Arif mengenai seleksi di Persela, dan ia pula yang memberi rekomendasi pada Aji Santoso untuk merekrutnya.

Akan tetapi karena coach Aji butuh melihat langsung kualitas Arif, mantan kapten Semen Padang U-21 tersebut kemudian diundang langsung untuk melakoni seleksi.

“Bang Tomi bilang kalau coach Aji sedang cari bek tengah. Lalu saya dihubungi oleh coach Aji lewat telepon. Coach bilang kalau Bang Tomi kasih rekomendasi, tapi beliau minta saya datang langsung untuk seleksi karena tidak percaya,” terangnya.

Duet sehati Wallace da Costa

Tidak butuh waktu lama bagi Arif Satria untuk menjalani debutnya di Persela. Pada pekan pertama Go-Jek Liga 1 2018, ia langsung diturunkan sebagai pemain inti, saat Persela bertandang ke markas Persipura Jayapura. Sebuah laga debut yang tidak mudah, tapi Arif langsung dapat menunjukkan potensinya.

Persela hanya kalah tipis 1-2 saat itu. Duetnya bersama Wallace da Costa menjadi salah satu alasan Laskar Joko Tingkir tidak pulang dengan memalukan ke Lamongan, karena biasanya Persipura kerap berpesta gol di Stadion Mandala.

Pasangan Arif-Wallace kemudian tetap dipertahankan Aji Santoso di laga-laga berikutnya. Pilihan yang tidak salah, karena keduanya semakin kompak dan kokoh menggalang pertahanan. Wallace kemudian dipercaya menjadi kapten menggantikan Birrul Walidain, dan Arif Satria mencatatkan 15 penampilan beruntun.

Ketenangan menjadi salah satu faktor kunci apiknya performa Arif Satria. Ia tidak ceroboh dalam melakukan tekel atau merebut bola, dan lebih memilih menunggu waktu yang tepat untuk memenangkan duel dengan lawannya. Arif pun sempat masuk ke Best XI Liga 1 mingguan kami di pekan 9, setelah Persela menang 2-0 lawan Persija Jakarta.

Momen terbaik Arif saat itu adalah last-man tackle pada Riko Simanjuntak, ketika tinggal dia seorang diri (tidak termasuk kiper) yang tersisa untuk mematahkan serangan balik Macan Kemayoran yang dimotori dua orang. Dengan cermat dan tepat Arif melakukan tekel pada Riko, sehingga membuat gawang Persela tetap perawan sampai akhir laga.

Baca juga: Roda Berputar Sangat Cepat untuk Riko Simanjuntak

Lonjakan karier Arif Satria sangat luar biasa dan layak mendapat kredit tersendiri. Dari berstatus pemain Liga 3 di PSP Padang dan Persis Gotong Royong, ia kini melesat sebagai palang pintu tangguh Persela di Liga 1. Berkat Arif Satria pula, Persela sempat bertengger di peringkat 3 klasemen sementara, melewati posisi terbaik musim lalu di peringkat 4.