Piala Dunia 2018

David de Gea Belum Meyakinkan, Kesempatan untuk Kepa Arrizabalaga?

Menjelang babak 16 besar Piala Dunia 2018, isu tak menyenangkan menghinggapi penjaga gawang andalan Manchester United dan tim nasional Spanyol, David de Gea. Penampilan tak meyakinkan yang ditunjukkannya selama fase grup membuat isu dirinya akan dilengserkan dari bawah mistar gawang La Roja.

Juara Piala Dunia 2010 ini susah payah memastikan tempat mereka di babak 16 besar dengan finis sebagai juara Grup B mengungguli Portugal. Andai Iago Aspas tak mencetak gol bagi Spanyol di menit-menit akhir, posisi teratas mungkin tak akan diraih dan kritik terhadap de Gea akan semakin kencang terdengar.

Pasukan Fernando Hierro ini rupanya menghadapi jalan sulit di Rusia. Mereka hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan. Satu-satunya kemenangan tersebut diraih atas Iran, melalui gol Diego Costa yang berbau keberuntungan.

Para pemain menyerang La Roja telah bermain cukup baik. Enam gol dicetak dalam tiga pertandingan. Namun, mereka terlihat menyedihkan dalam mengatur pertahanan. Portugal sukses menjebol tiga gol ke gawang mereka, sebelum Maroko menambahkan dua ke gawang de Gea.

Penjaga gawang Manchester United ini pun mulai dicibir tak pantas menyandang predikat terbaik di dunia karena hanya melakukan satu penyelamatan dalam tiga laga tersebut. Kritikan yang mengarah ke Hierro memaksanya untk segera memperbaiki masalah lini belakang Spanyol tersebut.

Seperti diberitakan AS, pelatih yang menggantikan Julen Lopetegui di saat-saat akhir itu memproyeksikan Kepa Arrizabalaga sebagai pengganti potensial untuk de Gea di laga 16 besar melawan Rusia. Lini pertahanan Spanyol terlihat kurang percaya diri sejak hasil imbang Portugal dengan Spanyol. Saat itu, de Gea gagal menyelamatkan tembakan Cristiano Ronaldo yang seharusnya bisa ia amankan dengan mudah.

Kepa, yang saat ini baru berusia 23 tahun, adalah salah satu talenta terpanas di Eropa sejak dipromosikan ke tim utama Athletic Bilbao pada musim 2016/2017. Hanya butuh satu musim untuk membuat klub raksasa seperti Real Madrid mengincarnya setelah gagal memikat de Gea.

Pemain bernama lengkap Kepa Arrizabalaga Revuelta ini “ditemukan” eks pelatih Bilbao yang kini menangani Barcelona, Ernesto Valverde. Padahal, di musim 2015/2016 lalu, Kepa masih berkiprah di Segunda Division, kasta kedua sepak bola Spanyol.

Ia memperkuat Valladolid dengan status pinjaman dari Bilbao, dan tampil nyaris sepanjang musim. 39 pertandingan dicatatkannya sebagai pemain inti, dan sukses menghindarkan Los Pucelanos dari degradasi ke Segunda Division B.

Pemain kelahiran 3 Oktober 1994 ini sudah tidak asing dengan atmosfer kompetisi internasional, karena ia merupakan andalan Spanyol di Piala Eropa U-19 yang dijuarai pada tahun 2012. Ia menuai pujian ketika menjadi pahlawan di adu penalti di babak semifinal melawan Prancis, ketika ia menggagalkan eksekusi dua pemain lawan.

Memang masih ada nama kiper senior Jose Manuel Reina yang mengantre sebagai pelapis de Gea. Namun, seorang legenda ditempa di tengah situasi sulit. Saat ini, situasi sulit menghantui de Gea dan gawang tim La Roja. Mampukah Kepa bersinar jika memperoleh kepercayaan?