Cerita

Mario Gomez Mesti Pertimbangkan Muchlis Hadi untuk Tim Utama Persib Bandung

Persib Bandung menutup pertandingan terakhir mereka di bulan Ramadan dengan kemenangan. Superioritas lini depan Maung Bandung lagi-lagi terlihat dengan bagaimana Ezechiel N’Douassel berhasil mencetak dua gol ke gawang lawan. Sebuah hasil yang luar biasa, apalagi didapatkan di kandang rival klasik mereka, PSMS Medan. Meskipun demikian, masih banyak hal yang mesti dibenahi oleh pelatih Mario Gomez, salah satunya adalah sektor sayap kanan.

Selepas Ramadan, bisa dipastikan Febri Hariyadi akan lebih sibuk dengan tim nasional Indonesia yang dipastikan berlaga di ajang Asian Games. Gomez sebenarnya sudah mengantisipasi hal tersebut bahkan sejak permulaan musim. Pelatih asal Argentina ini sempat bereksperimen dengan menggeser posisi Supardi Nasir lebih ke depan. Hasilnya lumayan di beberapa pertandingan. Namun, Gomez kemudian mengembalikan Supardi ke posisi naturalnya dan tetap memainkan Febri.

Gomez pun kemudian mencoba opsi lainnya. Ia kemudian memainkan winger belia, Agung Mulyadi. Masalahnya, Agung terlihat masih butuh banyak waktu sampai benar-benar matang. Bisa dilihat dari laga melawan PSMS Medan. Serangan Persib terus berpusat di sisi kiri yang ditempati oleh Ghozali Siregar. Agung terlihat sangat canggung dan tidak bisa mengimbangi. Mentalnya semakin turun terutama setelah melakukan handball yang kemudian berujung hadiah penalti bagi tim lawan. Di laga sebelumnya, pemain muda lain, Billy Keraf sempat dicoba. Tetapi ia juga gagal menampillkan permainan terbaik.

Gomez jelas terus berupaya untuk mengantisipasi situasi ini. Ada satu opsi lain yang mungkin mesti dicoba oleh Gomez yaitu memainkan penyerang muda, Muchlis Hadi Ning Syaifullah, di sektor sayap kanan.

Muchlis sejatinya memang merupakan penyerang tengah. Tetapi ketika membela PSM Makassar dibawa asuhan Robert Rene Alberts, pemain asal Mojokerto ini beberapa kali ditempatkan di posisi yang lebih melebar. Lebih tepatnya, di sektor sayap kanan. Pun ketika ia bermain untuk Bhayangkara FC, dan Semen Padang., Muchlis lebih sering dimainkan melebar ketimbang sebagai penyerang tengah yang sebenarnya merupakan posisi naturalnya.

Persib pun sebenarnya sudah merasakan betapa dahsyatnya Muchlis ketika dimainkan melebar. Hal tersebut terjadi di ajang Torabika Soccer Championship (ISC) tahun 2016 lalu. Dalam laga yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Muchlis mengobrak-abrik sisi kiri pertahanan Persib. Bahkan sampai membuat Vladimir Vujovic kewalahan mengawalnya. Selalu diingat bagaimana Muchlis mencetak gol di laga tersebut melalui sebuah akselerasi menembus lini pertahanan Maung Bandung.

Memainkan Muchlis di sektor sayap tentu akan membuat lini depan Persib menjadi lebih tajam. Keberadaan Muchlis juga memungkinkan tim untuk mengubah formasi awal mereka dari 4-4-2 menjadi varian 4-3-3 di tengah pertandingan. Karena dengan dimainkannya penyerang berusia 21 tahun tersebut, opsi serangan bisa bertambah sebab penyelesaian peluang tidak lagi bergantung kepada dua penyerang asing, Ezechiel N’Douassel dan Jonathan Bauman. Ini juga membuat aliran serangan tim menjadi lebih seimbang, karena selama ini Persib terlalu bertumpu pada sektor kiri yang diisi oleh Ghozali.

Opsi lain yang bisa dipakai Gomez adalah memainkan Gian Zola sebagai playmaker yang bermain melebar. Atau apabila memang mesti mencari, Gomez tentunya akan berburu pemain baru untuk sektor sayap pada bursa perpindahan pemain tengah musim nanti.