Piala Dunia 2018

Profil Serbia di Piala Dunia 2018: Sejarah Baru yang Ingin Ditulis Elang Balkan

Sebagai pewaris sisa-sisa kejayaan sepak bola Yugoslavia, Serbia selalu dihadapkan pada sejarah masa lalu, kala Yugoslavia menjadi tim yang disegani. Mereka pun berusaha mengulanginya, namun nyatanya prestasi Serbia justru sedikit meredup dalam sedekade ke belakang. Selain menjadi penggembira di fase grup Piala Dunia 2006 dan 2010, tak ada lagi yang bisa mereka banggakan.

Namun saat ini, Serbia sedang berusaha menulis sejarah baru mereka sendiri. Mereka tak ingin terjebak oleh peninggalan di masa lalu. Sang Elang Balkan ingin kembali dihormati di dunia sepak bola internasional dengan prestasi di masa kini.

Awal yang bagus untuk mewujudkan hal tersebut sudah dimulai oleh tim junior mereka, yakni dengan menjuarai Piala Eropa U-19 dan Piala Dunia U-20, masing-masing di tahun 2013 dan 2015. Dan kini, tim senior Serbia diwajibkan memberikan penampilan yang maksimal saat berlaga di Piala Dunia 2018. Semua agar nama besar Serbia sebagai negeri sepak bola kembali ke tempat yang seharusnya.

Skuat inti

Pada 24 Mei lalu, Mladen Krstajic, selaku pelatih Serbia, sudah mengumumkan skuat sementara untuk berlaga di Rusia. Sebanyak 27 pemain terpilih masuk daftar ini. Pemangkasan menjadi 23 pemain kemungkinan besar akan dilakukan jelang persiapan uji coba melawan Cile dan Bolivia yang berlangsung pada 4 dan 9 Juni mendatang.

Dalam daftar ini, Krstajic memadukan tiga generasi berbeda. Kombinasi ini diharapkan dapat membentuk tim yang solid. Generasi yang pertama adalah para veteran Piala Dunia 2010 seperti Aleksandar Kolarov, Branislav Ivanovic, hingga Vladimir Stojkovic. Lalu kedua, generasi pemain yang lebih muda dan sedang dalam usia emas, seperti Nemanja Matic, Adem Ljajic, hingga Dusan Tadic.

Generasi terakhir adalah yang termuda, namun amat menjanjikan. Sebagian besar dari mereka berhasil menjuarai Piala Eropa U-19 2013 dan juga Piala Dunia U-20 2015. Jumlah mereka pun cukup banyak, yaitu 11 pemain, dengan Sergej Milinkovic-Savic menjadi yang paling terkenal saat ini.

Kekuatan

Permainan Serbia yang cukup banyak mengandalkan serangan lewat sayap pun terbukti mampu menghasilkan banyak gol. Selama kualifikasi, mereka memiliki rataan mencetak gol yang bagus, yaitu 2 gol per laga. 15 dari 20 gol yang dicetak Serbia selama kualifikasi pun dicetak oleh para pemain bertipikal menyerang, tentunya ini menjadi kredit tersendiri untuk barisan lini depan.

Selain itu, selama kualifikasi, Serbia tergabung dalam grup yang kekuatannya cukup merata, di mana mereka harus menghadapi Republik Irlandia, Wales, dan Austria. Mereka pun baru dipastikan lolos pada laga terakhir, sehingga Serbia sudah terbiasa dengan persaingan ketat. Hal ini menjadi modal berharga untuk menghadapi lawan-lawan di fase grup yang relatif seimbang (kecuali Brasil).

Kelemahan

Meski dihuni oleh nama-nama beken, pertahanan Serbia sebenarnya sedikit berlubang. Mereka mudah dibobol lewat skema bola-bola atas maupun uman-umpan terobosan. Jika melihat hasil-hasil sejauh ini, Serbia juga jarang mencatat clean sheet, terutama menghadapi tim-tim kuat. Ini menjadi pekerjaan rumah utama bagi Krstajic, mengingat tak ada lagi lawan mudah di Piala Dunia nanti.

 

Pemuda itu bernama Sergej Milinkovi-Savic

Pemain kunci: Sergej Milinkovic-Savic

Di musim ketiganya bersama Lazio, pemain kelahiran Spanyol ini semakin menunjukkan sinarnya. Catatan 14 gol dan 9 asisnya mungkin tak begitu mewah, tapi kemampuannya lebih hebat dari itu. Ia juga tangguh dalam bertahan dan juga andal dalam menciptakan peluang. Penampilannya itu berkontribusi besar dalam pencapaian yang diraih Lazio musim lalu.

Setelah dipinggirkan oleh Slavoljub Muslin selama kualifikasi, Krstajic yang menggantikannya pasca-lolos ke Rusia, memanggilnya kembali dalam skuat dan menempatkannya dalam peran vital di lini tengah. Bersama Ljajic dan Matic, ia membentuk lini tengah yang kuat bagi Serbia. Jika ia mampu membawa Serbia tampil mengesankan di Piala Dunia, harganya pasti akan melonjak di musim panas nanti.

Prakiraan formasi

Berbeda dengan Muslin yang memakai formasi 5 bek selama kualifikasi, Krstajic lebih suka menggunakan formasi 4-2-3-1, 4-3-3, dan 4-1-4-1, tiga formasi yang bisa dibilang cukup mirip. Sejauh ini, para pemain Serbia bisa beradapatasi dengan baik. Apalagi, gaya menyerang Serbia tidak begitu banyak berubah dibandingkan saat rezim Muslin.

4-2-3-1 mungkin akan dicoba sebagai formasi dasar, mengingat formasi ini yang paling sering dipakai Krstajic sejauh ini. Stojkovic akan diplot sebagai kiper utama. Kuartet lini belakang kemungkinan besar ditempati oleh Kolarov, Ivanovic, Matija Nastasic, dan Antonio Rukavina.

Double pivot akan diisi oleh Milinkovic-Savic dan Matic, dengan Luka Milivojevic menjadi opsi utama untuk menggantikan salah satu dari mereka. Sedangkan posisi winger akan jatuh kepada Filip Kostic di kiri dan Tadic di kanan. Mereka akan mengapit Ljajic sebagai gelandang serang. Untuk posisi ujung tombak, Aleksandar Mitrovic, top skor Serbia selama kualifikasi, akan menjadi pilihan utama.

Peluang di Piala Dunia 2018

Untuk saat ini, tampaknya lolos ke babak 16 besar sudah cukup memuaskan bagi Serbia, mengingat mereka sudah lama tak berpartisipasi di turnamen internasional. Namun dengan melihat kualitas pemain yang ada, peluang Serbia cukup besar.

Kondisi ini didukung dengan jadwal yang cukup bersahabat, di mana mereka baru akan menghadapi Brasil di laga terakhir. Ini artinya, mereka harus memanfaatkan dua laga pertama melawan Kosta Rika dan Swiss untuk meraih kemenangan demi mempermudah jalan. Karena jika mereka kalah sekali saja, peluang Elang Balkan untuk lolos akan semakin berat.