Nasional Bola

Tribe Rating: Bayu Gatra Jadi Kunci Madura United

Hampir ditahan imbang tim tamu Barito Putera, Madura United akhirnya memastikan poin penuh di menit-menit akhir. Pergantian pemain yang dilakukan Milomir Seslija berbuah manis, dengan gol Bayu Gatra yang meruntuhkan mental Barito Putera, disusul Greg Nwokolo yang mengunci kemenangan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan.

Berikut adalah rating pemain Madura United:

Angga Saputra: 6

Tidak terlalu sibuk di pertandingan ini karena Barito Putera lebih banyak bertahan. Namun, Angga sempat melakukan sebuah penyelamatan gemilang yang membuat gawangnya tidak bobol lebih dari sekali.

Foto: Kabar Madura

Alfath Faathier: 6

Andalan baru di sisi kiri, dan langsung menggebrak dengan asisnya di menit ke-11, yang dikonversi jadi gol pembuka oleh Raphael Maitimo. Secara keseluruhan Alfath cukup baik, tapi kebutuhan taktikal membuatnya digantikan Bayu Gatra pada menit ke-76.

Fachruddin Aryanto: 6,5

Sebagai kapten baru ia menjalankan tugasnya dengan baik. Terus menyemangati rekan-rekannya, dan disiplin menjaga daerahnya. Samsul Arif dibuatnya tak berdaya, dan Rizky Pora tak mampu menembusnya.

Fabiano Beltrame: 6,5

Ada dua peluang emas yang dimilikinya, tapi semuanya gagal berbuah gol. Pertama adalah eksekusi tendangan bebas yang meluncur deras di menit ke-18, dan tendangan voli di menit ke-76. Dari segi bertahan, ia menunaikan tugasnya dengan baik.

Beny Wahyudi: 6

Berbeda dengan Alfath di sisi kiri yang sangat eksplosif, Beny lebih kalem dan lebih sering melepas umpan silang ketimbang melakukan penetrasi. Namun akurasi umpan silangnya kali ini belum cukup baik, sehingga minim kontribusi.

OK John: 6

Bagus dalam bertahan, tapi saat kedudukan 1-1 Madura United butuh tambahan pemain yang bisa mengalirkan bola, dan ia digantikan Asep Berlian pada menit ke-63. Satu tekel kerasnya berbuah kartu kuning di menit ke-50, dan selebihnya bermain cukup aman.

Foto: Superball

Raphael Maitimo: 7,5

Satu gol dan satu asis menjadi debut yang gemilang bagi Raphael Maitimo. Namun sayangnya, ia sempat “menghilang” selama beberapa menit di babak kedua, ketika diplot sebagai target man dan tidak mendapat suplai bola memadai.

Foto: Bola.com

Slamet Nurcahyo: 5,5

Bukan harinya Slamet Nurcahyo. Tendangannya seringkali melenceng dari target, dan umpan-umpannya belum membahayakan pertahanan lawan. Ia jadi pemain Madura United yang pertama diganti, pada menit ke-52.

Greg Nwokolo: 7

Memanfaatkan asis Raphael Maitimo, Golnya di menit ke-88 mengunci kemenangan Madura United, dan memecah kebuntuannya secara pribadi yang hampir sepanjang pertandingan kesulitan menembus rapatnya pertahanan Barito Putera.

Aberto de Paula: 5,5

Untungnya ia membuat satu asis untuk Bayu Gatra, karena jika tidak, Beto akan menjalani laga debut yang sangat buruk. Diplot sebagai pemantul, ia kerap kesulitan mengalirkan bola, juga sulit melakukan tembakan ke gawang dengan berbalik badan.

Zah Rahan: 6

Memulai laga di sayap kanan, Zah Rahan minim kontribusi di laga ini. Ketika digeser ke tengah ia jadi lebih banyak ruang untuk berkreasi, dan membuat serangan Madura United lebih hidup. Tugas baru coach Milo: mencari posisi dan peran terbaik Zah Rahan.

Engelberd Sani: 6

Masuk menggantikan Alfath Faathier di menit ke-52, Sani tidak banyak menebar ancaman ke gawang Barito Putera, tapi membuat sayap Madura United lebih hidup. Pergerakannya yang melebar berguna untuk meregangkan pertahanan Barito Putera.

Foto: Goal.com

Asep Berlian: 6

Setelah masuk menggantikan OK John du menit ke-63, membuat lini tengah Madura United jadi lebih dinamis. Selain bertugas sebagai gelandang jangkar, Asep Berlian juga cukup baik dalam mengalirkan bola.

Foto: Fourfourtwo

Bayu Gatra: 7,5

Kunci kemenangan Madura United. Bayu Gatra memberikan apa yang tidak muncul selama hampir 80 menit di lini depan tuan rumah: Tusukan yang dikombinasikan dengan umpan satu dua. Masuk di menit ke-76, tiga menit kemudian mencetak gol!

Foto: Indonesian SC

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.