Berita Eropa

Eden Hazard Tidak Nyaman Jadi False Nine di Chelsea

Kekalahan Chelsea dari Manchester City menyisakan beragam cerita pahit bagi The Blues. Selain Antonio Conte yang diserbu suporter Chelsea karena “taktik manekin” yang berujung kekalahan 0-1, Hazard juga menjadi sasaran kritik karena kontribusinya yang sangat minim. Akan tetapi, sang pemain nomor 10 memiliki pembelaan terkait hal itu.

Dalam formasi 4-3-3, Hazard ditempatkan Conte sebagai false nine saat menghadapi Manchester City. Strategi ini terhitung sukses saat Chelsea bermain imbang 1-1 dengan Barcelona di Liga Champions, tapi di liga domestik justru berujung kebuntuan. Hazard terisolasi di depan, dan serangan pun mandek.

“Kami bisa saja bermain selama tiga jam dan aku sama sekali tidak menyentuh bola. Hanya di akhir laga permainan kami membaik. Selama 10-15 menit terakhir kami terus menguasai bola, tapi sayangnya kami tidak bisa memanfaatkannya,” kata Hazard pada The Telegraph.

Lebih lanjut, Hazard juga menyoroti penyelesaian akhir timnya. Ia menyesalkan peluang- peluang emas Chelsea yang terbuang, padahal di laga melawan klub seperti Manchester City, menguasai bola adalah keistimewaan yang sangat jarang didapat sepanjang laga. Bahkan juga disebutnya bahwa ia kurang nyaman karena hanya menyentuh bola “tiga kali” sepanjang laga.

Hanya sebuah kiasan tentu saja, bukan tiga kali sentuhan dalam arti yang sebenarnya. Kiasan tersebut bermakna minimnya kesempatan Hazard menguasai bola, yang mungkin dikarenakan peran barunya sebagai false nine, dari yang semula berposisi di sayap kiri.

Meski demikian, Hazard tetap menghormati putusan pelatih yang memberinya peran baru. Ia mengatakan bahwa di manapun Conte memainkannya, ia akan berusaha menjawab kepercayaan itu dengan bermain sebaik mungkin.

Hazard sendiri di laga kontra Manchester City hanya bertahan selama 89 menit di lapangan, dan digantikan oleh Alvaro Morata. Pergantian itupun juga mengundang banyak kritikan dari pendukung, yang merasa bahwa Morata seharusnya diturunkan lebih cepat, bukan di pengujung laga.

Terkait hal itu, Conte pun memberikan sanggahannya.

“Saya menunggu waktu yang tepat untuk memasukkan Morata, karena berharap Hazard dapat melakukan keajaiban di 10 menit terakhir pertandingan. Kalian harus memakai otak jika berhadapan dengan tim seperti City. atau kalian akan hancur dengan skor tiga sampai empat gol tanpa balas,” terang Conte, yang dirangkum oleh akun Twitter resmi Chelsea.

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.