Piala Dunia 2018 Dunia

Grup C Piala Dunia 2018: Prancis sebagai Unggulan, Menanti Ledakan Denmark, dan Ancaman Peru serta Australia

Semalam (1/12), atensi penikmat sepak bola tertuju ke Istana Kremlin yang berada di kota Moskow, Rusia. Pasalnya, proses undian dari turnamen sepak bola antarnegara paling bergengsi sejagad bertajuk Piala Dunia 2018, tengah diselenggarakan.

Ada 32 negara peserta dari empat konfederasi berbeda yang terlibat dalam proses undian tersebut. Mengetahui bahwa sejumlah negara kuat tidak masuk ke dalam pot 1, membuat publik menerka-nerka grup mana yang akan menyandang status grup neraka.

Hasil undian semalam pun meletekkan empat negara dari tiga kontingen berbeda yaitu Prancis, Denmark, Australia dan Peru masuk ke dalam satu kelompok yang sama yakni Grup C. Dari keempat tim tersebut, nama Prancis jelas yang paling difavoritkan untuk melaju ke fase berikutnya. Sementara tiga negara lain, akan berebut status sebagai pendamping Les Bleus.

Seru? Sudah pasti. Lantas, bagaimana peta persaingan di grup ini?

Prancis

Berada di pot 1 tentu mengukuhkan status Prancis sebagai unggulan di Grup C sekaligus salah satu favorit juara. Alasannya simpel saja, Negeri Anggur punya bekal hebat dalam mengarungi Piala Dunia 2018 mendatang karena punya segudang pesepak bola kelas wahid. Siapa yang berani meremehkan kualitas jempolan dari Antoine Griezmann, N’Golo Kante, Hugo Lloris, Kylian Mbappe sampai Paul Pogba?

Keberadaan mereka, utamanya bila fit dan bisa dibawa bertempur ke Rusia, adalah jaminan mutu bagi perjalanan Les Bleus. Apalagi sosok Didier Deschamps masih duduk sebagai ahli strategi dari kesebelasan yang memenangi titel Piala Dunia 1998 ini.

“Prancis adalah tim yang sangat tangguh. Terlebih, keseimbangan di dalam skuat terjaga dengan kombinasi pemain-pemain berpengalaman dan sosok-sosok belia penuh semangat”, puji pelatih tim nasional Brasil, Tite, seperti dikutip dari Canal Plus.

Pada babak kualifikasi zona UEFA kemarin, Prancis beraksi secara eksepsional buat keluar sebagai juara grup. Maka memperlihatkan performa yang sama dengan cara menggebuk seluruh lawannya di Grup C sekaligus mematri posisi puncak klasemen adalah hal mutlak bagi Prancis.

Denmark

Berlaga di babak play-off sekaligus menyingkirkan Republik Irlandia merupakan cara yang ditempuh Denmark untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2018. Terkesan susah payah? Tentu saja. Walau begitu, menjadi sebuah kesalahan bagi tim-tim lawan jika menganggap tim Dinamit bakal mudah ditaklukkan dengan mudah.

Generasi anyar Denmark dengan Christian Eriksen, Nicolai Jorgensen, Simon Kjaer, dan Kasper Schmeichel sebagai pilar jelas memenuhi syarat untuk bersaing. Jika belum cukup, masih ada Nicklas Bendtner, Andreas Christensen, dan Kasper Dolberg yang juga punya kualitas luar biasa.

Nama-nama itu berikut segala kelebihan dan kekurangannya akan dirangkai sedemikian rupa oleh Age Hareide, pelatih Denmark, menjadi satu kesatuan yang kokoh dan pilih tanding. Kali ini, tim Dinamit jelas tak ingin sekadar numpang lewat.

Usai gagal lolos ke Piala Dunia 2014 dan Piala Eropa 2016 yang lalu, motivasi dan hasrat untuk berprestasi dari Denmark pasti akan membubung tinggi. Kondisi itupun diperlihatkan oleh Kjaer yang juga kapten kesebelasan via cuitan di akun twitternya.

Australia

Kelolosan Australia ke Piala Dunia 2018 memang didapat dengan cara yang agak sulit sebab mereka hanya bertengger di posisi tiga klasemen akhir babak penyisihan ronde ketiga zona Asia. Situasi tersebut memaksa The Socceroos buat melakoni partai play-off konfederasi melawan Suriah untuk sebelum akhirnya berjumpa Honduras di laga play-off inter-konfederasi.

Beruntung, keberadaan nama-nama gaek tapi memiliki pengaruh sentral di dalam skuat layaknya Tim Cahill, Mile Jedinak, dan Mark Milligan berhasil memberi keseimbangan yang dibutuhkan Austalia yang kini coba memberi porsi lebih kepada penggawa yang lebih muda semisal Massimo Luongo, Aaron Mooy, Tom Rogic, dan Trent Sainsbury.

Sayangnya, perjuangan Australia di Negeri Beruang Merah nanti dapat berlangsung lebih sulit karena pelatih mereka, Ange Postecoglou, justru mengundurkan diri beberapa waktu lalu. Artinya, tugas asosiasi sepak bola Australia (FFA), bakal cukup berat guna menemukan figur pengganti Postecoglou tepat waktu sekaligus cocok bagi tim.

“Prancis adalah tim paling kuat di grup ini. Denmark dan Peru juga patut diwaspadai. Namun kami (Australia) tidak takut kepada mereka lantaran Piala Dunia merupakan ajang bagi tim-tim terbaik dan terkuat untuk bertarung satu sama lain. Artinya, Australia juga bukan tim sembarangan yang boleh dipandang remeh”, papar Bailey Wright, bek Socceroos seperti dilansir Sky Sports.

Peru

Setelah absen sejak 1986, Peru akhirnya bisa kembali mencicipi panasnya atmosfer di ajang Piala Dunia. Performa yang mereka suguhkan di babak kualifikasi zona CONMEBOL bisa dikatakan cukup apik karena sanggup menyingkirkan tim-tim yang di atas kertas lebih tangguh seperti Cile dan Paraguay.

Berbekal finis di posisi lima klasemen akhir, skuat Peru yang dimotori oleh Cristian Cueva, Jefferson Farfan, Paolo Guerrero, dan Renato Tapia harus melakoni pla-yoff inter-konfederasi melawan Selandia Baru (wakil Oseania). Bermain 0-0 saat berjumpa di Wellington, Peru sukses mengamankan kemenangan dengan skor 2-0 kala menjamu Selandia Baru di Lima sekaligus memastikan keikutsertaan mereka di Piala Dunia 2018.

Pelatih Peru, Ricardo Gareca, tampaknya masih akan mengandalkan nama-nama di atas sebagai pilar utama tim besutannya. Meski berstatus underdog di Grup C, meremehkan Peru tentu bisa menjadi malapetaka untuk tim-tim pesaing karena Farfan dan kolega mempunyai potensi besar untuk menghadirkan kejutan hebat.

Author: Budi Windekind (@Windekind_Budi)
Interista gaek yang tak hanya menggemari sepak bola tapi juga american football, balap, basket hingga gulat profesional