Nasional Bola

Menanti Kiprah Macan Kemayoran di Kancah Asia

Satu per satu tim peserta Liga 1 musim depan mulai menyusun tim guna menyambut kompetisi yang akan digelar tahun depan. Hal itu pun berlaku untuk tim kebanggaan ibu kota, Persija Jakarta. Persiapan tim segera dilaksanakan mengingat Persija akan kembali berlaga di Piala AFC 2018.

Mengawali musim dengan tidak meyakinkan, tim asuhan Stefano Cugurra berhasil mengakhiri musim dengan bertengger di posisi keempat, sekaligus memastikan satu tiket menuju AFC Cup tahun depan. Nasib memang sedang berbaik hati kepada Bambang Pamungkas dan kolega. Tidak lolosnya Bhayangkara FC dan PSM Makassar pada verifikasi yang dilaksanakan oleh AFC, membuat Persija berhak mendapatkan kesempatan kembali berlaga di pentas Asia.

Segalanya terasa jauh lebih baik untuk Macan Kemayoran musim ini. Kedatangan Gede Widiade di awal musim membuat Persija tidak lagi berurusan dengan masalah finansial. Di musim ini pula, Persija untuk pertama kalinya menggunakan Stadion Patriot Chandrabhaga sebagai kandang mereka sepanjang perhelatan Liga 1. Minimnya permasalahan non-teknis itulah yang mendorong prestasi Persija musim lalu. Target mengakhiri musim di posisi 8 besar akhirnya dipenuhi dengan hasil yang jauh lebih baik.

Faktor utama dari keberhasilan Persija musim lalu tentunya adalah kokohnya pertahanan mereka di sepanjang gelaran Liga 1. Catatan pertahanan Macan Kemayoran musim lalu memang amat baik. Hanya kebobolan 24 gol di sepanjang 34 pertandingan, membuat Persija berhak menjadi tim dengan pertahana terbaik di Liga 1 musim lalu.

Kombinasi William Pacheco dan Maman Abdurahman semakin hari memang semakin padu. Ditambah dua bek sayap Persija musim ini bermain tidak kalah baik. Kredit tersendiri tentunya diberikan kepada bek kiri Macan Kemayoran, Rezaldi Hehanusa. Menjalani musim pertamanya di tim senior, Rezaldi membuktikan dirinya bukan sekedar pemain pelengkap regulasi. Pada akhir musim pula Rezaldi menjadi salah satu pemain muda terbaik di Liga 1.

Kokohnya pertahanan Persija musim lalu juga tidak lepas dari andil seorang Sandi Darma Sute. Pemain yang tidak diperhitungkan di awal musim, menjelma menjadi salah satu pilar penting kesuksesan skuad asuhan Teco Cugurra.

Bermain di depan empat bek sejajar, Sandi Darma Sute ditugaskan untuk menjadi pemain bertahan tambahan ketika Persija sedang diserang. Sebagai gelandang bertahan, Sandi Darma Sute memang memiliki atribut bertahan yang cukup baik. Selain diberkahi fisik dan stamina yang mumpuni, kemampuannya dalam memutus serangan juga terhitung baik.

Kehadiran Sandi Darma di skuad Persija musim ini bahkan memakan korban. Amarzukih, pemain yang sudah lama membela Macan Kemayoran, harus rela lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Namun, salah satu aspek yang perlu dibenahi oleh Sandi di musim depan adalah seringnya Sandi ceroboh dalam melakukan pelanggaran.

Dari 28 pertandingan yang Ia mendapatkan 12 kartu kuning dan 3 kartu merah. Hal ini perlu segera dibenahi mengingat di ajang AFC, perlakuan wasit mungkin akan berbeda seperti wasit lokal di Liga 1.

 

Kredit: Persija Jakarta

Pembuktian Teco Cugurra

The Jak sudah selayaknya berterima kasih kepada manajemen atas keberhasilan Persija musim ini. Bagaimana tidak, jika bukan karena kesabaran manajemen, mungkin Stefano Cugurra tidak lagi menjabat pelatih Persija hingga akhir musim, dan bisa jadi Persija tidak berada di posisi 4 pada klasemen akhir.

Amarah The Jak memang bukan tanpa alasan. Di awal musim, performa tim memang mengenaskan, sebab dari tujuh pertandingan Macan Kemayoran hanya berhasil sekali menang, tiga kali seri, dan tiga kali kalah. Dengan hasil tersebut Persija harus rela terdampar di papan bawah Liga 1. Namun secara mengejutkan, Teco berhasil memompa performa Persija hingga akhirnya finish di posisi 4.

Kini, menyongsong musim keduanya di ibu kota, Teco memiliki misi yang jauh lebih berat, yakni berlaga di pentas Asia. Ini juga bisa menjadi kesempatan emas Teco untuk sekali lagi membuktikan bahwa mempertahankan dirinya bukanlah pilihan yang salah.

Demi menyambut musim depan, manajemen pun sudah mulai memilah-milah pemain mana saja yang layak dipertahankan, sekaligus mencari pemain tambahan guna memperkuat skuat Macan Kemayoran. Terbaru, Riko Simajuntak sudah resmi bergabung bersama Persija.

Riko yang direkrut dari tim Semen Padang bisa menjadi opsi yang berkualitas untuk sayap kanan Persija yang seringkali diisi oleh Rudi Widodo yang semakin menua. Rudi yang posisi naturalnya adalah penyerang tengah tentunya tidak maksimal ketika harus bermain sedikit melebar.

Pekerjaan rumah lainnya yang harus segera diselesaikan Persija adalah mencari pengganti ideal seorang Reinaldo da Costa. Pemain 33 tahun yang baru bergabung di pertengahan musim ini memang harus berpisah lebih cepat dari tim Persija. Cedera patah pengelangan kaki yang ia derita di pertengahan musim lalu, membuat Persija tidak bisa menggunakan jasanya hingga akhir musim.

Slot pemain asing mungkin bisa dialokasikan Persija untuk posisi lain karena untuk posisi penyerang, masih ada nama-nama seperti Bambang Pamungkas, Bruno Lopes, hingga Rudi Widodo. Perekrutan pemain yang sesuai kebutuhan tim tentu akan sangat berguna untuk Persija mengarungi Piala AFC musim depan.

Menilik catatan dari dua tim Indonesia terakhir yang berpartisipasi di Piala AFC 2015, tim-tim Indonesia tidaklah inferior dibandingkan tim-tim Asia lainnya. Entah itu Persib Bandung ataupun Persipura Jayapura kala itu, sama-sama berhasil melenggang ke fase gugur, meski keduanya harus rela tersisih dengan alasan berbeda. Jika Persib Bandung ditaklukan oleh Kitchee FC di babak 16 besar, Persipura tersingkir karena permasalahan pembekuan PSSI oleh FIFA.

Dengan semakin kompetitifnya skuad Persija musim ini, diharapakan Macan Kemayoran dapat melaju sejauh mungkin di pentas Asia dan menjadi kandidat juara Liga 1 musim depan.

Author: Daniel Fernandez (@L1_Segitiga)