Nasional Bola

Parade Lima Gol di Cikarang, Indonesia U-23 Tunduk dari Suriah

Timnas U-23 kembali unjuk gigi setelah terakhir tampil cukup baik di SEA Games 2017 lalu di Malaysia. Hampir 90 persen pemain yang tampil sempurna di Malaysia beberapa bulan lalu, masih menghiasi skuat dan starting line-up. Nama-nama kunci seperti Septian David Maulana, Osvaldo Haay, Febri Hariyadi, hingga Evan Dimas dan Hargianto masih ada di lini tengah.

Di lini belakang, kiper muda baru milik Madura United, Satria Tama, tampil di bawah mistar dengan susunan back four yang sama persis dengan skuat di SEA Games yang berisikan Rezaldi Hehanusa, Ricky Fajrin, Putu Gede Juni Antara, dan sang kapten, Hansamu Yama. Perubahan di susunan sebelas pemain inti di laga kontra Suriah U-23 adalah masuknya si anak hilang eks Timnas U-19, Ilham Udin Armayn, yang di laga kali ini turun sebagai false nine.

Yang menarik dari tim U-23 Indonesia yang dipanggil untuk melawan Suriah, ada tiga nama baru dari anak-anak U-19 yakni Rafli Mursalim, Muhammad Luthfi Kamal, dan sang wonderkid, Egy Maulana Vikry.

Di babak pertama, skema main Garuda Muda masih sama dengan yang diterapkan Luis Milla kala bermain di SEA Games. Kekuatan pemain Indonesia di sisi sayap, dioptimalkan dengan baik oleh Febri “Bow” Hariyadi yang di babak pertama tampil luar biasa di sisi kiri.

Tertinggal dua kali lewat gol-gol pemain Suriah, dua kali pula Garuda Muda sukses menyamakan skor melalui Septian David dan sundulan Osvaldo Haay memanfaatkan crossing cantik Febri. Babak pertama menunjukkan bahwa skema main Timnas U-23 sudah semakin matang dan terbentuk, sekaligus memberi bukti bahwa Luis Milla sukses membawa corak permainan tertentu bagi Garuda Muda jelang Asian Games tahun depan.

Namun, babak kedua nyatanya berjalan sedikit berat bagi Garuda Muda. Setelah Suriah berbalik unggul 2-3 melalui gol di awal-awal babak kedua, ritme permainan timnas sedikit terganggu dan sistem tidak berjalan dengan baik. Beberapa perubahan pun dibuat dengan menarik keluar Evan, Septian David, Osvaldo, dan Febri, serta menggantinya dengan Muhammad Arfan, Saddil Ramdani, Miftahul Hamdi, dan Egy Maulana, yang bersama Arfan, resmi membuat debutnya di Timnas U-23.

Tampil di bawah 20 menit, baik Saddil dan Egy hingga Hamdi gagal memberi sumbangsih nyata. Menurunnya standar permainan timnas di babak kedua, membuat beberapa perubahan di babak kedua gagal membuahkan hasil. Peluit akhir berbunyi dan Garuda Muda dipaksa bertekuk lutut dengan skor tipis 2-3 atas tamunya, Suriah.

Oleh: redaksi