Eropa Spanyol

Xavi Hernandez Putuskan Pensiun sebagai Pesepak Bola di Akhir Musim Ini

Dunia sepak bola kembali ditinggal oleh orang terbaiknya. Setelah sebelumnya salah satu jenderal lapangan tengah terbaik, Andrea Pirlo, memainkan laga terakhirnya, kali ini giliran maestro lainnya, Xavi Hernandez, yang memutuskan pensiun di akhir musim nanti. Saat ini, legenda Barcelona dan timnas Spanyol itu merumput bersama klub asal Qatar, Al-Sadd, dan kontraknya memang akan habis di akhir musim 2017/2018 ini.

Xavi yang sudah berusia 37 tahun memang terhitung sudah uzur bagi ukuran pesepak bola, dan ia mengakui bahwa usianya menghambat performanya di lapangan.

“Tahun ini adalah yang terakhir bagi saya menjalani karier sebagai pesepak bola. Saya beruntung tidak mendapatkan cedera, namun saya rasa karier saya sudah sampai pada ujungnya,” ujar peraih dua gelar Piala Eropa ini dilansir dari BBC.

“Akan selalu ada penurunan performa, dan bermain Qatar memudahkan saya untuk melalui fase ini. Saya saat ini lebih mudah lelah, lebih sulit untuk kembali pulih.”

Namun, Xavi juga mengaku bahwa masa depannya tak akan jauh-jauh dari sepak bola.

“Saat ini, saya sudah berpikir untuk mendapatkan lisensi kepelatihan tahun depan, dan saya akan menjadi pelatih sepak bola.”

Xavi tentu saja dapat dikatakan sebagai salah satu nama legendaris di sepak bola. Semua trofi mayor telah ia dapatkan, mulai dari Piala Eropa dan Piala Dunia bersama timnas Spanyol, serta trofi Liga Champions dan La Liga bersama Barcelona. Tak hanya itu, sejak bergabung bersama Al-Sadd di tahun 2015, partner sejati Andres Iniesta ini mampu menyumbangkan trofi Liga Qatar.

Bagi pendukung Barcelona, nama Xavi mungkin akan dicintai seumur hidup, begitu pula bagi sang pemain, yang selama 24 tahun menghabiskan waktu di klub Catalonia tersebut. Apabila nanti Xavi berhasil mendapatkan lisensi kepelatihannya, besar kemungkinan ia akan kembali ke klub yang membesarkan namanya tersebut.

Barcelona memang sering merekrut mantan pemainnya untu dijadikan manajer. Manajer Blaugrana saat ini, Ernesto Valverde, tercatat sebagai punggawa Barcelona di tahun 1988 hingga 1990. Manajer yang digantikan Valverde, Luis Enrique, juga merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah memperkuat Barcelona. Namun, nama Pep Guardiola tentu menjadi manajer jebolan Barcelona yang terbaik.

Ia meraih begitu banyak trofi di Barcelona, termasuk sextuples trofi di rentang tahun 2009 sampai 2010. Tak hanya itu, masa baktinya bersama Bayern München terbilang cukup sukses, dan kini ia tengah membangun legasi serupa di Manchester City. Bukan tidak mungkin, Xavi mengikuti jejak Guardiola yang juga pernah menjadi rekan setimnya ini.

Author: Ganesha Arif Lesmana (@ganesharif)
Penggemar sepak bola dan basket