Nasional Bola

Cecep Supriatna, Pengabdi Setia Persib Bandung yang Kini Menjadi Petugas Pajak

Pendukung setia Persib Bandung pasti akrab dengan nama Cecep Supriatna. Mantan penjaga gawang Maung Bandung ini termasuk setia membela klub kebanggaan Jawa Barat tersebut. Lebih dari lima belas tahun dihabiskannya mengenakan seragam Persib, baik sebagai pilihan utama maupun pelapis.

Sempat tergabung di tim junior Persib, Cecep akhirnya mulai bergabung dengan tim utama Persib pada akhir dekade 1990-an. Ia menjadi bagian skuat Persib pada Liga Indonesia musim ketiga sebagai pelapis para penjaga gawang saat itu, yaitu Anwar Sanusi, Gatot Prasetyo, dan Udin Rafiudin. Sejak saat itu, nama pemain kelahiran 6 November 1975 ini tak terpisahkan dari perjalanan Maung Bandung.

Sebagai sebuah klub besar yang diminati banyak pemain sekaligus selalu menghasilkan pemain berkualitas, Cecep tak henti-hentinya merasakan ketatnya persaingan memperebutkan posisi penjaga gawang. Pada musim 1998/1999, ia sempat tidak masuk kerangka tim utama pelatih Suryamin. Namun, ia memutuskan bertahan bersama Persib. Lama-kelamaan, akhirnya ia termasuk sering menjadi bagian skuat utama.

Salah satu momen penting dalam karirr Cecep lagi-lagi terjadi akibat persaingan yang ketat. Pada tahun 2003, ia lagi-lagi merasakan terdepak dari skuat dan akhirnya harus mencari klub lain. Ia pun memutuskan untuk hengkang ke Persijatim Solo FC, klub yang setahun kemudian berubah menjadi Sriwijaya FC.

Namun, setahun kemudian pemain yang akrab disapa Cecep ini akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bandung. Persib memang menyambutnya dengan tangan terbuka, tapi persaingan di posisinya tak pernah terhenti. Pada tahun 2006, lagi-lagi ia akrab dengan bangku cadangan akibat kedatangan kiper Thailand, Sintaweechai ‘Kosin’ Hattairathanakool.

Hingga tahun 2014, Cecep setia berseragam Persib meskipun para pesaing di posisinya terus-menerus datang dan pergi, antara lain Markus Horison, Tema Mursadat, Shahar Ginanjar, dan I Made Wirawan. Meski demikian, nama pemain kelahiran Bandung ini selalu berada di hati para Bobotoh. Seperti Zelcko Kalac di AC Milan atau Jose Pinto di Barcelona, Cecep tetap populer meski lebih banyak menjadi cadangan.

Salah satu survey yang dilakukan di situsweb bobotoh.id pada awal 2017 lalu, bahkan menghasilkan namanya sebagai kiper ‘made in Bandung’ terbaik versi Bobotoh. Di survey tersebut, Cecep mengalahkan seniornya, Anwar Sanusi.

Satu hal yang menarik dari Cecep adalah ia sering membutuhkan bantuan pemain lain untuk melaksanakan tendangan gawang. Alhasil, para palang pintu seperti Patricio Jimenez hingga Maman Abdurrahman sudah terbiasa menjadi ‘asisten’-nya dalam mengirimkan bola ke depan melalui tendangan gawang.

Kariernya di Persib akhirnya terhenti pada tahun 2014. Namun, pada usianya yang hampir memasuki kepala empat, Cecep masih diminati klub lain di Indonesia. Ia akhirnya memutuskan membela klub Jawa Barat lain, PSGC Ciamis, untuk gelaran Divisi Utama, atau kasta kedua pada tahun 2014. Ia pun menutup karirrnya di klub tersebut.

Cukup disayangkan karena andai bertahan semusim saja di Persib, Cecep bisa menikmati gelar juara Liga Indonesia yang diidam-idamkannya sepanjang karirrnya. Ia pun akhirnya hanya bisa bergabung dengan jutaan penonton lain yang menyaksikan perjuangan dramatis Maung Bandung di final yang mengalahkan Persipura lewat adu penalti.

Baca juga: Beberapa Musim dengan Perebutan Gelar Juara Terketat di Liga Indonesia

Sekarang, Cecep mengabdi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung. Jika Anda tinggal di kota Bandung, mungkin Anda akan berpapasan dengan Cecep atau mantan pemain Persib lain, Zainal Arif, yang bertugas dalam sosialisasi pelayanan pajak.

Author: Mahir Pradana (@maheeeR)
Mahir Pradana adalah pencinta sepak bola yang sedang bermukim di Spanyol. Penulis buku ‘Home & Away’.