Piala Dunia 2018 Dunia

100 Laga dan 50 Gol, Tim Cahill Tak Ada Habisnya

Australia sukses menyingkirkan Suriah dalam play-off zona Asia dengan agregat 3-2. Setelah berimbang 1-1 di pertemuan pertama yang digelar di Malaysia, semalam (10/10) The Socceroos berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 lewat perpanjangan waktu. Kedua gol tuan rumah dicetak oleh sang legenda hidup, Tim Cahill.

Di pertandingan ini, Cahill sebenarnya tidak diprediksi akan diturunkan sejak menit awal. Selain karena faktor usia, mantan pemain Everton ini juga sudah lama tidak mencetak gol bagi Australia. Gol terakhir pemain berusia 37 tahun ini bagi negaranya dicetak ke gawang Uni Emirat Arab pada awal September 2016, lebih dari setahun yang lalu.

Gol pertama Cahill di pertandingan ini lahir pada menit ke-13. Umpan silang yang dilepas Mathew Leckie menuju tepat ke arah Cahill yang berdiri bebas. Dengan penuh semangat dan harapan untuk meloloskan negaranya ke Piala Dunia 2018, pemain bernomor punggung 4 itupun menanduk bola ke pojok kiri gawang Suriah.

Gol tersebut merupakan penyama kedudukan, karena tujuh menit sebelumnya, seisi stadion mendadak sunyi setelah Suriah mencetak gol lewat sontekan Omar Al-Somah. Penyerang setinggi 193 sentimeter itu memang menjadi momok tersendiri bagi Australia, karena di leg pertama dialah yang menggagalkan kemenangan The Socceroos berkat eksekusi penaltinya lima menit jelang bubaran.

Setelah gol pertama Cahill, kedua tim kemudian bermain hati-hati. Australia tidak ingin kecolongan lagi karena pertandingan akan semakin berat jika mereka kebobolan dua gol, sedangkan Suriah bermain defensif dengan sesekali melancarkan serangan balik. Di menit-menit akhir, jalannya laga dikendalikan oleh tuan rumah, tetapi tak ada gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pertandingan pun memasuki masa extra-time, dan babak inilah yang kemudian menjadi panggung Tim Cahill berikutnya. Pada menit ke-109, sebuah umpan silang dari Robbie Kruse di sisi kanan pertahanan Suriah jatuh tepat di kepala Cahill, dan tanpa ampun ia menanduknya untuk menjadi gol kemenangan sekaligus golnya yang ke-50 bagi Australia.

Cahill patut berterima kasih pada sang pelatih, Ange Postecoglou, karena berkat kepercayaan yang diberikannya, ia berhasil menambah pundi-pundi golnya pada penampilannya yang ke-103 bersama Australia. Dengan dua gol yang dicetaknya, Cahill telah mengoleksi 50 gol dan merupakan pemain tersubur di timnas Australia, jauh meninggalkan Damian Mori di peringkat kedua dengan 29 gol.

Postecoglou memang terkenal dengan keputusan-keputusan anehnya selama menangani timnas Australia. Di leg pertama melawan Suriah, ia mencadangkan Tom Rogic yang merupakan playmaker andalannya, dan memberi debut pada Matt Jurman di lini belakang. Kemudian di leg kedua, ia kembali membuat kejutan. Pelatih asal Yunani itu memainkan Tim Cahill dan mencadangkan Aaron Mooy.

Dengan kemenangan ini, Australia berhak melaju ke intercontinental play-off, dan akan menghadapi wakil zona CONCACAF, antara Amerika Serikat, Panama, atau Honduras.

Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.