Memperbaiki fondasi, menjaga prestasi
Jika ditanya siapa orang yang paling berjasa bagi Bayern, Uli adalah orang yang paling layak disebut. Di masa mudanya, ia bermain untuk Die Roten selama delapan setengah tahun. Selama sembilan tahun tersebut, Uli sukses mempersembahkan 86 gol bagi Bayern. Sebelum Uli pensiun pada tahun 1979, ia dipinjamkan ke 1. FC Nürnberg selama satu tahun. Uli gantung sepatu saat berseragam 1.FC Nürnberg di usia 27 tahun. Usia yang terlalu muda untuk pensiun bagi pemain sepak bola.
Meskipun sudah gantung sepatu, karier sepak bolanya tidak berhenti sampai di situ. Di tahun yang sama saat ia pensiun, Bayern kembali merekrutnya sebagai general manager. Uli datang saat Die Roten mengalami krisis finansial. Datang di saat yang kurang tepat, kecerdasan Uli diuji di sini. Uli kemudian membuktikan jika ia tidak hanya piawai di lapangan, tetapi juga cerdas sebagai pemimpin di luar lapangan.
Uli adalah seorang visioner. Ia sanggup melihat jauh ke depan, di luar batasan orang-orang pada umumnya. Ia berambisi untuk tidak hanya menyelamatkan Bayern dari krisis finansial yang sedang dihadapi, tetapi juga membuat Bayern menjadi klub yang selalu diperhitungkan lawannnya. Secara luar biasa, ia sukses melakukan keduanya secara bersamaan.
Keputusan pertama Uli untuk keluar dari krisis finansial adalah dengan menjual penyerang bintang Bayern, Karl-Heinz Rummenigge, ke Internazionale Milano. Keuntungan dari penjualan Rummenigge digunakannya untuk melunasi semua hutang Bayern.
Tidak berhenti sampai disitu, Uli masih harus memikirkan bagaimana caranya supaya Bayern mendapat pemasukan lebih. Jauh sebelum sepak bola menjadi olahraga yang berorientasi pada bisnis seperti saat ini, Mr. Bayern telah mencanangkan ide tersebut beberapa dekade sebelumnya.
Lewat pendapatan komersial, kesepakatan dengan sponsor yang efektif dan cerdas, serta menyadari nilai dari pencitraan klub secara global, Uli menginisiasi sistem yang kemudian banyak dipakai oleh klub Jerman lainnya. Pada akhirnya, ia sukses mengeluarkan Bayern dari jerat hutang sekaligus tetap meraih keuntungan. Dan yang tidak kalah penting, tetap berprestasi di Bundesliga.