Romelu Lukaku
Manchester United tidak bermain sempurna ketika menjamu Everton. Namun, anak asuh Jose Mourinho tetap mampu keluar sebagai pemenang setelah unggul empat gol tanpa balas. Pemain yang menonjol di laga yang berjalan datar tersebut adalah Juan Mata, Nemanja Matic, dan David de Gea yang membendung usaha Wayne Rooney mencetak gol.
Namun, peran satu pemain ini tak kalah krusial. Romelu Lukaku, bermain dengan beban cacian suporter Everton, tetap menunjukkan level profesionalitas yang tinggi. Penyerang kokoh asal Belgia tersebut membuat satu gol dan satu asis untuk Henrikh Mkhitaryan. Dalam waktu 10 menit akhir babak kedua, United merontokkan perlawanan Everton.
Gol yang dicetak Lukaku bukan gol yang masuk kategori yang “indah”. Tetapi, gol “oportunis” tersebut adalah “golnya Mourinho”. Lukaku mencerminkan citra sang pelatih di lapangan: bermain untuk menang.
Perhatikan bagaimana Lukaku terus berlari masuk ke kotak penalti setelah tendangan bebasnya gagal melewati pagar betis Everton. Perhatikan bagaimana penempatan diri Lukaku di depan gawang The Toffees. Sebuah aksi brilian dari “nomor 9”.