
Lagi-lagi nyaris
Bicara mengenai momen yang paling berkesan sampai saat ini, saya juga teringat dengan salah satu pertandingan di tingkat Porprov (Pekan Olahraga Pelajar Provinsi) pada tahun 2009 lalu. Saat itu saya bermain untuk Klaten dan sukses menjadi juara di tingkat Surakarta.
Menjadi yang terbaik di regional Surakarta saja sudah menjadi prestasi tersendiri bagi kota kelahiran saya, karena ini adalah prestasi terbaik Klaten selama bertahun-tahun di tingkat Porprov yang sebelumnya selalu kandas di tingkat regional.
Kami menjadi yang terbaik di grup yang dihuni oleh Boyolali, Sukoharjo, Sragen, serta Karanganyar, dan mimpi kami pun semakin besar: membawa Klaten masuk ke Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun itu. Di babak selanjutnya yakni babak 8 besar, kami berada satu grup dengan Semarang, Blora, dan Jepara atau Kudus. Saya kurang ingat dengan pasti.
Sama seperti saat saya berada di tim PSIK yang menjadi juara Zona Jawa Tengah di Divisi Tiga tahun 2009, optimisme tinggi juga menyelimuti saya beserta rekan-rekan jelang pertandingan pertama di babak 8 besar dimulai. Akan tetapi, layaknya déjà vu, keyakinan besar itu lagi-lagi berbuah kegagalan karena kami hanya sanggup finis di posisi ketiga,
Mimpi saya untuk berlaga di PON akhirnya pupus, sama seperti mimpi saya untuk membawa PSIK promosi ke Divisi Dua, yang uniknya juga terjadi di tahun yang sama.