Suara Pembaca Eropa

Andai AC Milan Memainkan Semua Pemain Barunya di Starting Eleven

GELANDANG

Franck Kessie

pemain baru ac milan

Status: Pinjaman dengan kewajiban untuk membeli setelah dua musim
Biaya peminjaman: 8 juta euro
Biaya pembelian: 28 juta euro
Kessie merupakan pemain pinjaman dari Atalanta. Ia adalah pemain serba bisa. Posisi aslinya adalah bek tengah, ketika di Cesena, ia bermain sebagai gelandang serang, dan bersama Atalanta musim lalu, ia kerap dimainkan sebagai gelandang bertahan. Kessie merupakan pilihan utama Gian Piero Gasperini, pelatih Atalanta musim lalu, sebagai jangkar yang berada di depan trio bek. Di AC Milan, pemain 20 tahun ini tetap dapat bermain sebagai jangkar mengingat andalan AC Milan musim lalu, Juraj Kucka, hengkang ke Trabzonspor.

Kessie adalah pemain yang energik dan punya power, ia dapat merebut bola dengan body contact saja tanpa perlu perlu melakukan tekel. Ia juga dapat dipercaya sebagai pengambil bola mati seperti ketika tendangan penaltinya menghujam gawang Crotone pada laga pertama AC Milan di Serie A musim ini.

Lucas Biglia

Status: Permanen
Biaya pembelian: 17 juta euro
Sejak membawa Argentina ke final Piala Dunia 2014, Biglia menjadi incaran beberapa klub besar Eropa. Namun, baru musim ini ia hengkang dari Lazio. Kehadirannya bisa saling melengkapi dengan Kessie. Jika Kessie tak suka melayangkan tekel, Biglia justru lihai melakukakannya. Pemain 31 tahun ini juga pembagi bola yang baik. Kemampuannya diharpkan dapat memanjakan penyerang-penyerang di depannya, ditambah lagi kemampuannya dalam mengambil bola mati. Bersama Ricardo Rodriguez dan Hakan Calhanoglu, AC Milan akan mempunyai set-piece taker yang menakutkan.

Hakan Calhanoglu

Status: Permanen
Biaya pembelian: 22 juta euro
Pemain asal Turki ini merupakan salah satu yang istimewa. Ia terkenal dengan tendangan bebasnya yang mematikan. Namun yang bisa ia tawarkan kepada AC Milan lebih dari itu. Pemain yang ditebus dengan 20 juta euro ditambah bonus 2 juta euro ini sangat versatile di lini serang. Visinya yang di atas rata-rata membuatnya dapat menjadi kreator di lini depan Il Rossoneri musim depan.

Hebatnya lagi, ia mempunyai pressing resistance yang mumpuni. Calhanoglu dapat menjaga bola meskipun dalam tekanan beberapa pemain dan kemudian melepaskan umpan ciamik untuk melepaskan tekanan tersebut. Kelihaiannya dalam mengirim umpan sudah terlihat ketika ia mencatatkan satu asis saat AC Milan menghajar Shkendija pada babak kualifikasi Liga Europa.