Dunia Asia

Menyongsong Vietnam, Lawan Terkuat dan Terbaik di Grup B SEA Games 2017

Indonesia perlu merapatkan barisan pertahanan dan menjaga jarak antarlini

Hansamu
Hansamu Yama

Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk meladeni kemampuan determinan dan eksplosif milik anak asuh Nguyen Huu Thang ini. Pertama, merapatkan pertahanan, tanpa harus bermain terlalu dalam dan pasif. Kompaksi lini pertahanan harus terjaga dengan keempat pemain belakang Indonesia perlu lebih disiplin dan sebisa mungkin menghindari duel satu lawan satu dengan Van Tuan atau Cong Phuong, yang memiliki kemampuan sangat baik dalam duel satu lawan satu.

Di sini, saya condong menurunkan Putu Gede Juni Antara di pos bek kanan karena secara defensif, ia sedikit lebih unggul dari Gavin Kwan Adsit yang lebih ofensif sebagai bek sayap. Putu Gede, Hansamu Yama, Ricky Fajrin, dan Rezaldi Hehanusa adalah komposisi lini belakang terbaik yang bisa saya bayangkan cukup mampu untuk meredam agresivitas pemain-pemain Vietnam.

Kedua, Indonesia perlu menjaga jarak antarlini. Di laga sebelumnya kontra Timor Leste, jarak antarlini Indonesia sangat jauh dan terlihat berantakan. Jarak dari pemain belakang ke tengah terlalu dekat dan rapat, karena Evan Dimas sering turun jauh ke bawah untuk menjemput bola dari bek tengah. Namun, jarak pemain tengah kala itu (Evan dan Hanif Sjahbandi) dengan lini depan sangat jauh dan menganggu progresi serangan yang dibangun timnas Indonesia. Hal ini kembali menyebabkan Indonesia lagi-lagi memainkan umpan jauh untuk menjangkau lini depan dan kerap gagal menemui sasaran dengan baik.

Tidak adanya Evan di laga melawan Vietnam, bisa jadi, membuat Luis Milla akan menurunkan Hanif dan Muhammad Hargianto sebagai dua gelandang bertahan dengan skema andalan 4-2-3-1. Saddil Ramdani besar kemungkinan akan turun sejak menit awal bersama Septian David Maulana dan Marinus Wanewar, penyerang muda Persipura Jayapura yang sudah mencetak satu gol dan memiliki kebugaran fisik sedikit lebih baik dari Ezra Walian.

Duel sengit sisi kanan Vietnam dan sisi kiri Indonesia

Salah satu yang saya bayangkan, pertarungan antara Nguyen Van Thanh dan Nguyen Cong Phuong di sisi kanan, akan beradu tangguh dengan Rezaldi Hehanusa dan Saddil Ramdani atau Osvaldo Haay di sisi kiri. Bila sisi sebelah kanan adalah salah satu titik terkuat Vietnam, pun bagi Indonesia, sisi kiri juga menawarkan ketangguhan serupa.

Rezaldi adalah salah satu penampil terbaik dan paling konsisten di timnas Indonesia saat ini bersama dengan Septian David Maulana, Evan Dimas, dan Hansamu Yama Pranata. Bule, panggilan akrabnya, memiliki kedisiplinan yang baik, mampu naik membantu serangan dengan baik, dan bisa melakukan covering turun ke bawah untuk bertahan dengan transisi yang memuaskan.

Sebaliknya, Saddil ataupun Osvaldo, memiliki daya eksplosif yang cukup memberi efek gentar bagi lini belakang lawan. Bila Osvaldo sukses memenangkan penalti ketika meladeni Thailand di laga perdana Grup B, Saddil melakukan lebih baik dengan mencetak satu gol cantik dari luar kotak penalti ke gawang Filipina di laga kedua. Dan keduanya, baik Saddil maupun Osvaldo, memiliki kedisiplinan yang baik pula untuk trackback ke belakang dan membantu lini pertahanan. Hal yang sangat diperlukan untuk menjaga kerapatan pertahanan dan memberi covering yang cukup baik bagi para bek sayap timnas Indonesia dalam fase bertahan.

Vietnam jelas menawarkan bahaya dan ancaman yang masif dibanding tiga lawan Garuda Muda terdahulu, tapi peluang mencuri poin bahkan mengambil kemenangan masih sangat terbuka. Skuat The Golden Stars memang dijejali barisan pemain muda dengan caps yang sudah cukup banyak di tim senior, tapi seberapun besarnya bahaya pemain-pemain muda Vietnam ini, tak ada yang lebih bahaya dari senyum Melody Nurramdhani Laksani.

Author: Isidorus Rio Turangga (@temannyagreg)
Tukang masak dan bisa sedikit baca tulis