Riko Simanjuntak

Nasibnya serupa dengan Sultan Samma. Pemain sayap Semen Padang ini tersingkir dari tim utama akibat regulasi kuota pemain U-23. Dalam beberapa pertandingan, ia harus merelakan posisinya diisi oleh Kevin Ivander atau Finno Andrianas dan baru mendapat kesempatan bermain di babak kedua. Namun, itulah yang kemudian menjadi senjata Nil Maizar.
Kecepatan yang dimiliki pemain berusia 25 tahun ini bisa menjadi senjata rahasia Semen Padang untuk membongkar pertahanan rapat lawan mereka. Dengan stamina yang masih segar bugar, Riko dapat menyelinap di sela-sela sempit lini belakang lawan, memanfaatkan kelelahan yang sudah menerpa mereka.
Ketika regulasi kuota pemain U-23 ditangguhkan, Riko mulai kembali rutin bermain di tim inti. Akan tetapi, ketika tahun 2017 sudah memasuki bulan September dan regulasi tersebut kembali diaktifkan, sepertinya Riko akan kembali menyandang status sebagai super-sub Kabau Sirah.
Author: Aditya Jaya Iswara (@joyoisworo)
Milanisti paruh waktu yang berharap Andriy Shevchenko kembali muda dan membawa AC Milan juara Liga Champions Eropa lagi.