

Membongkar skema bertahan Timor Leste
“Mereka bermain dengan kerapatan yang baik di belakang. Anda harus menyerang mereka dengan segenap tenaga karena pertahanan mereka begitu baik. Tapi, mereka juga punya pemain dengan kecepatan di atas rata-rata yang siap menyerang balik ketika Anda lengah”, ujar pelatih Thailand, Worrawoot Srimaka, yang mengakui bahwa timnya kesulitan membongkar pertahanan gerendel negara tetangga Indonesia ini.
Dalam beberapa skema yang sudah tampak di dua laga awal, Timor Leste memang kerap bermain menunggu dan bertahan di dalam. Selain bertahan lebih ke dalam, mereka juga menerapkan penjagaan ketat di depan kotak penalti. Sang kapten, Jorge Sabas, adalah pemain yang diberi tugas mengatur lini belakang sekaligus mengomandani kawan-kawannya di atas lapangan. Tapi, walau memberi jaminan pertahanan yang kuat, beberapa kali ada celah yang bisa ditembus dari Timor Leste, salah satunya dari sektor sayap.
Ryan Tank sudah menjelaskan bahwa Timor Leste kerap meninggalkan area sayap dan halfspace dengan situasi terbuka dan mudah ditembus. Dengan kualitas pemain sayap kita, baik gelandang maupun bek sayap yang baik, tentu bukan permasalahan besar bila kita terbentur dengan pertahanan gerendel Timor Leste yang terkenal alot itu.
Vietnam melakukan hal serupa dengan konsisten menggempur sisi sayap Timor Leste dan memaksa mereka bermain lebih melebar daripada rapat di tengah. Cara Vietnam ini sukses merusak koordinasi pertahanan Timor Leste dan memaksa mereka tak lagi menumpuk pemain di tengah. Alhasil, skor akhir 4-0 dicetak negara ini atas saudara muda kita. Cara Vietnam yang perlu dicoba Indonesia, karena Thailand sendiri, tak cukup sukses kala memaksakan menggempur Timor Leste dari sektor tengah saja.
Thailand kesulitan menembus lini belakang, selain karena eksekusi peluang yang buruk, mereka juga tak menurunkan pemain depan utama sekaligus kapten tim, Chenrop Samphaodi, sejak menit awal. Bahkan, Chenrop sama sekali tak bermain di laga melawan Timor Leste. Ini juga yang perlu diwaspadai Luis Milla karena Indonesia sebenarnya punya penyerang dengan fisik tegap dan siap beradu dengan bek-bek kokoh Timor Leste. Tapi, ia perlu lebih cermat, di antara Ezra Walian dan Marinus Wanewar, siapa yang lebih cocok untuk menggedor pertahanan kokoh Timor Leste.