Nasional Bola

Mengenai Klub-Klub Liga 1 dan Liga 2 yang Menunggak Gaji: Ketika Profesionalitas di Ujung Tanduk

Tanggapan PT. LIB

Dihubungi Football Tribe Indonesia, Chief Operating Officer (COO) PT. Liga Indonesia Baru (PT LIB), Tigor Shalom Boboy, membenarkan ada sejumlah klub yang mempunyai masalah tunggakan gaji. Tetapi, tidak seperti yang kebanyakan diberitakan media massa.

“Menurut laporan kami, dari Liga 1 memang benar Persegres sudah menunggak gaji sekitar dua bulan untuk beberapa pemain dan dari Liga 2 ada Persih Tembilahan yang hampir sebagian pemainnya belum menerima gaji,” ujar Tigor.

Mengenai Persih Tembilahan, kabar ini memang mulai mencuat saat salah satu pemainnya curhat di akun Instagram @liga_indonesia2017 sekitar minggu lalu. Sang pemain meminta agar masalah tunggakan gaji selama tiga bulan segera diusut

Bahkan, masalah gaji yang tertunggak ini memicu para pemain klub asal Riau ini untuk mogok bertanding. Saat laga melawan PSMS Medan di kandang sendiri, para pemain memutuskan tidak turun ke lapangan. Akibatnya, Persih kalah secara WO dengan skor 0-3. Seminggu sebelum laga melawan PSMS Medan, Persih juga kalah WO karena tidak muncul saat menjamu PSBL Langsa. Ironis, bukan?

Akibat masalah tunggakan gaji yang memicu kalah WO ini, Persih Tembilahan sempat santer diisukan akan mengundurkan diri dari Liga 2. Terlebih, pelatih kepala mereka, Raja Faisal, memutuskan mengundurkan diri jelang laga melawan PSPS Pekanbaru.

Lalu apa tindakan PT. LIB? “Ya kami ini bisa bertindak karena ada laporan, bukan? Sanksinya adalah pengurangan poin dan pemotongan subsidi yang nantinya akan digunakan untuk membayar gaji pemain,” tutur Tigor.

Pria Batak ini juga menambahkan bahwa setiap bulan klub wajib menyerahkan laporan pembayaran gaji. Tujuannya, agar PT. LIB bisa tahu bahwa mereka membayarkan gaji pemain dan pelatih dengan tepat waktu. Nah, jika memang ada ketidakcocokan (tim memberikan laporan bahwa mereka sudah membayar gaji, namun akhirnya ada penunggakan gaji) maka tim yang bersangkutan juga terkena sanksi lebih berat karena melakukan kebohongan.

Masalah sanksi yang lebih tegas memang baru berlaku saat kompetisi ini. Kenapa beberapa tahun sebelumnya tidak diterapkan? Karena, masih menurut Tigor, fokusnya lebih ke lisensi klub terlebih dulu dan saat itu pihak stakeholder sepak bola juga masih memberi kelonggaran dengan subsidi.

Di kompetisi musim lalu, Torabika Soccer Championship (TSC), justru tidak ada klub-klub yang menunggak gaji.