
Selalu ada upaya ke arah yang lebih baik
Mengingat sulitnya akses transportasi menuju tempat pertandingan, musim ini Perseru sudah menyediakan pesawat yang bisa mengangkut tim yang menghadapi mereka untuk ke Serui dari Biak. Tentunya ini memudahkan, bukan?
Semangat menyukseskan kompetisi
Kondisi Stadion Marora yang belum memadai dan akses transportasi yang sulit, bisa jadi membuat banyak orang bertanya-tanya: standar apa yang dipakai PSSI untuk meloloskan Perseru Serui agar bisa berlaga di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia? Beberapa tim memang mempertanyakan kelayakan tim ini untuk bisa bertanding. Bahkan ada yang memutuskan tidak membawa skuat utama saat bertandang ke markas Serui ini.
Memang tidak ada yang sempurna 100 persen dalam hidup. Jika aturan verifikasi dijalankan seperti layaknya di negara maju, harus diakui secara terbuka, hanya segelintir klub di Indonesia, utamanya yang berlaga di Liga 1, yang memiliki kelayakan untuk mentas di kasta tertinggi.
Tetapi, kita patut dan wajib mengapresiasi perjuangan skuat asuhan Hanafi ini. Lepas protes dari sejumlah klub peserta lainnya, tetapi bayangkan saja, bukankah pemain Perseru juga akan mengalami kelelahan yang sama jika para pemain mereka harus melakukan perjalanan sepanjang hampir 20 jam untuk melakoni laga di Palembang atau di Pulai Jawa?
Tentunya kita berharap ada perbaikan lagi ke arah positif bagi Perseru untuk memperbaiki standar stadion kebanggaan mereka. Oleh karena itu, perlu dukungan dari para pemangku kepentingan sepak bola nasional dan pemerintah provinsi agar tim kota Yapen ini bisa memiliki stadion yang lebih layak dan ramah bagi tim tamu. Setidaknya, upaya Lukas Mandowen dan kolega untuk terus berkompetisi tanpa kenal lelah menunjukkan bahwa mereka ingin bisa terus berlaga di kompetisi tertinggi negeri ini.
Salut!
Author: Yasmeen Rasidi (@melatee2512)
