Dunia Asia

Awan Mendung dari Bangkok yang Siap Menggelayuti Indonesia di Shah Alam

Kredit: FA Thailand

Sasalak Haiprakhon

Dari jauh, kamu akan melihatnya sekilas tampak seperti Saddil Ramdani. Kecil, namun sangat cepat. Terlihat tak begitu kuat, namun punya ketahanan badan yang luar biasa tangguh. Dari bentuk pundaknya yang tegap, mudah menyimpulkan bahwa pemain sayap yang fasih bermain di kanan dan kiri ini akan menjadi mimpi buruk bagi bek sayap kita bila mereka terlalu sering naik ke atas dan alpa menjaga daerahnya.

Sasalak adalah salah satu elemen penting kenapa efektivitas dari sayap Thailand patut diwaspadai. Bersama dengan Chaiyawat di sisi kiri, Sasalak kerap bertukar posisi dengan kompatriotnya tersebut dan membuat para pemain lawan kebingungan untuk mempertahankan kompaksi di lini belakang. Bila dari awal saja Indonesia memang tak piawai menjaga kerapatan di lini belakang, bisa dibayangkan sepusing apa kepala kita nanti bila Sasalak dan dua rekannya di lini depan, Chenrop dan Chaiyawat, bermain konsisten sore ini?

Pemain yang di SEA Games 2017 ini memilih nomor punggung 2, akan menjadi salah satu pemain yang mungkin akan bersinar terang, mengingat ia tak hanya masih cukup belia (21 tahun), namun juga memiliki fisik dan teknik yang cukup mumpuni untuk ukuran pemain muda. Sama seperti Indonesia, kedua sayap Thailand juga memiliki daya sengat mematikan, utamanya dari Sasalak, si kecil cabe rawit milik Buriram United.

Author: Isidorus Rio Turangga (@temannyagreg)
Tukang masak dan bisa sedikit baca tulis