Nasional Bola

Empat Alasan Mengapa Bali United Pantas Dipuja

Kredit: Bali United

Obyek wisata baru

Dua raihan positif itu (jumlah gol dan jumlah kartu), juga turut memengaruhi antusiasme penonton di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang hampir selalu penuh tiap pekannya. Uniknya, meski datang untuk menonton sepak bola, beberapa Semeton Dewata tetap memakai aksesoris adat mereka, seperti ikat kepala yang bernama Udeng Bali.

Meriahnya dukungan para Semeton Dewata juga menyimpan pemandangan unik. Pertandingan Bali United menjelma sebagai “wisata alternatif” bagi para turis asing di Pulau Dewata. Jika kamu sering berkunjung ke Stadion Kapten I Wayan Dipta atau minimal menyaksikannya di layar kaca, kamu pasti terbiasa dengan pemandangan para bule yang berpakaian santai ikut berbaur dengan suporter Bali United.

Kita tidak tahu tujuan sebenarnya para bule itu apa. Sekedar mendatangi keramaian atau memang menyukai sepak bola, atau mungkin hanya untuk mengabadikan momen tersebut ke media sosial. Namun, kehadiran bule di sebuah stadion di Indonesia telah mengindikasikan dua hal: keamanan dan kenyamanan. Dua hal yang biasanya menjadi pertimbangan utama orang-orang di Eropa atau Amerika saat berlibur ke Indonesia

Stadion Kapten I Wayan Dipta kini tak hanya berperan sebagai tempat digelarnya pertandingan sepak bola, tapi juga berfungsi sebagai objek wisata. Manajemen Bali United pun mencium potensi bisnis ini dengan memperluas area toko merchandise dan merenovasi tampilannya menjadi lebih modern.

Langkah yang dilakukan Bali United ini bisa dibilang sudah menyerupai sistem klub-klub papan atas Eropa yang memanfaatkan merchandise resmi untuk membantu menggerakkan roda perekonomian klub.